Mohon tunggu...
Kadek Librawan Audry
Kadek Librawan Audry Mohon Tunggu... Mahasiswa - stahn mpu kuturan singaraja

futsal

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

BBM Naik, Warga Mengeluh Tidak Makan

5 Oktober 2022   21:39 Diperbarui: 5 Oktober 2022   21:43 50 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pemerintah akhirnya menaikkan harga dua jenis Pertalite, Bahan Bakar Minyak (BBM), menjadi Pertamax. Bagi masyarakat, ini jelas menjadi masalah baru yang bisa mengosongkan kantong.

Tapi jangan salah paham, ada banyak pertanyaan lain. Hal yang paling dekat dengan itu adalah lonjakan inflasi. Kenaikan harga BBM juga akan mempengaruhi beberapa harga lainnya seperti transportasi, logistik, pangan dan kebutuhan pokok selama 3-6 bulan ke depan.

Bank Indonesia (BI) akan merespon lonjakan inflasi dengan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI7-day reverse repurchase rate (BI7DRRR) Bank Indonesia sebesar 100 basis poin hingga mencapai 4,75% pada akhir tahun.

Di Buleleng, lonjakan kenaikan BBM sudah sangat jelas terlihat. Seperti yang terjadi hari ini Selasa (5/10/22), di Pertamina Banyuasri pukul 17.00 WITA. Lonjakan kenaikan BBM sangat terlihat jelas dengan banyaknya antrian pada bahan bakar jenis Pertalite dengan antrian mencapai 10 meter dari jarak SPBU/Pertamina.

I Wayan Kerta, salah satu pengendara kala itu menyampaikan keluh kesahnya akan kenaikan BBM yang terjadi.
"Saya anak kost, kalau terus naik begini BBM nanti saya yang ada tidak akan makan, malah habis uang untuk beli bensin, apalagi sampai ngantri Berjam jam gini" ujarnya.

Tentu, tak hanya Kerta yang mengeluh, sebagian warga lainnya juga berkeluh kesah akan kenaikan BBM yang terjadi.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan