ARES REVA
ARES REVA

Penyuka ular. Jatuh cinta dengan opini. Jatuh cinta dengan argumen. Mencintai tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Seharusnya Layanan Iklan Masyarakat untuk Stasiun TV Itu Sendiri

11 Januari 2018   23:00 Diperbarui: 11 Januari 2018   23:14 674 0 0
Seharusnya Layanan Iklan Masyarakat untuk Stasiun TV Itu Sendiri
commercials1-5a578b4c16835f7cfd23ed42.jpg

Sumber dana televisi berasal  dari iklan-iklan yang berselang selama 15 menit. Beberapa iklan atau produk mungkin akan melakukan segala cara untuk mengambil hati pemirsa sebelum tangan mereka mengganti ke channel TV lain. Tidak ayal, beberapa iklan komersial menggaet beberapa artis menjadi brand ambassador, atau membuat jalan cerita iklan yang begitu sangat lucu, seperti halnya parody.  

Aturan-aturan dalam pembuatan iklan juga memiliki syarat-prasyarat tertentu. Iklan harus sesuai dengan etika yang mampu mendorong masyarakat berpikir lebih baik dan tidak mengacu pada penyimpangan norma-norma masyarakat Indonesia itu sendiri. Iklan sendiri merupakan gagasan yang muncul dari ide kelompok kecil untuk dapat mempengaruhi beberapa masyarakat untuk menggunakan atau memakai jasa dan produk tersebut.

Disaat pemirsa melihat jeda iklan, mayoritas dari pemirsa televisi akan kembali melanjutkan aktivitasnya yang tadi sempat tertunda, atau kadang-kadang pemirsa melakukan dengan mengganti channel, mencari acara televisi yang lebih menarik, atau kemungkinan lain, mematikan televisi untuk lebih memilih berpindah pada media sosial, yang memang kegiatan ini lebih menarik ketimbang menonton acara TV di tahun-tahun internet ini.

saat-saat ini, saya pernah melihat salah satu iklan yang menarik perhatian saya. Saat itu, saya sedang menemani orang tua saya yang selalu tertarik dengan acar TV pada malam hari.

Ada satu iklan yang sangat lucu, mengarah pada keterkejutan saya melihat iklan di televisi tentang sindiran mengenai acara televisi yang tepat untuk para anak, remaja hingga dewasa. Iklan untuk layanan masyarakat, tapi tidak sedikitpun mencerminkan pelayanan terbaik untuk para pemirsa di rumah. 

Saya tertawa, bahkan sampai tergelak. Karena mereka begitu sangat lucu menerapkan slogan menjadi lebih baik tapi memberi kami layanan yang tidak baik. 

Apa semua iklan layanan masyarakat seperti itu, ya? 

 Bagaiamana mungkin mereka mampu membuat sindiran itu, tapi tidak tersindir sedikitpun? 

Seperti halnya, salah satu stasiun televisi yang pernah saya lihat.  Ada sebuah iklan tentang penayangan drama yang lebih cocok untuk anak-anak, tapi demi komersial, mereka sendiri menayangkan acara-acara reality show yang penuh’komedi keset’ pada jam anak-anak ada di rumah. Tidak hanya itu, pada malam hari, saya juga melihat banyak drama-drama kehidupan, yang menurut saya, mereka terlalu melebih-lebihkan. Mereka seakan-akan memberi kami filosofi bahwa hidup itu ada yang namanya karma, hidayah, atau apapun itu yang mengarah pada "kalau kita hidup itu harus take and give, kalau nggak, nanti bakal kena hidayah atau karma." 

Tapi diceritakan dengan nggak masuk akal sama sekali. Timpang tindih, Bapak dan Ibu pemilik stasiun televisi. 

Terdapat pula iklan yang mengatakan untuk terus menerus menyajikan acara-acara yang berkualitas, karena apa yang dilihat seorang anak akan mencerminkan pandangan anak tersebut ke depannya.

Saya tertawa terbahak-bahak melihat iklan mereka yang sedang menyindir, atau memang sedang ingin memberitahukan pada masyarakat jika TV yang lebih baik adalah TV yang memiliki mutu nilai, yang lebih tepatnya TV kami itu punya program dengan kualitas nomor satu, yang tidak ada tandingannya dari stasiun TV yang lain. 

2018, yang seharusnya bisa menjadi pagar kekayaan intelektual untuk para anak-anak, bukan menjadi salah satu ajang jual-beli untuk bisa menduduki stasiun mereka adalah yang terbaik. Apalagi dengan sindiran mengenai bagaimana program yang cocok untuk para kalangan anak, hingga dewasa. Nggak perlu, dan nggak guna. Stasiun TV yang membuat sindiran itu saja juga tidak peka. Itu sama saja dengan melempar kode, tapi si pelempar juga nggak tahu kode apa yang telah ia lempar. Sama aja bohong!

Mungkin bukan salah pemilik stasiun, karena semua acara di televisi, tergantung dari ide cerita. Tapi ya sama aja, kalau pemiliknya oke-oke saja. Demi rating. Semata demi rating. Atau mungkin, semua demi uang. Karena ada rating, ada iklan, dan ada uang.

2018 itu bukan hanya uang, mungkin popularitas juga! Followerbanyak, itu sama dengan hidup kita ada di roda paling atas.