Jusman Dalle
Jusman Dalle

Praktisi Ekonomi Digital | Tulisan diterbitkan 38 media : Kompas, Jawa Pos, Tempo, Republika, Detik.com, dll | Sejak Tahun 2010 Menulis 5 Jam Setiap Hari | Sesekali Menulis Tema Sosial Politik | Tinggal di www.jusman-dalle.blogspot.com | Dapat ditemui dan berbincang di Twitter @JusDalle

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Pilihan

Wajah Baru Industri Hiburan Berbasis Digital

31 Agustus 2017   08:05 Diperbarui: 31 Agustus 2017   09:24 2789 6 7
Wajah Baru Industri Hiburan Berbasis Digital
VIU, layanan VOD asal Hong Kong melabuhkan bahtera bisnisnya di Indonesia. VIU baru-baru ini meluncurkan serial drama original SWITCH yang eksklusif tayang di kanal VOD tersebut. (sumber : dok.pri)

Revolusi industri berbasis ekonomi digital berkembang tak terbendung. Berbagai perusahaan berselancar mencari untung. Bukan cuma layanan aplikasi transportasi online dan ecommerce yang terus menyajikan kejutan. Sektor hiburan pun tak mau ketinggalan.

Yang saat ini tumbuh pesat di Indonesia adalah layanan video on demand. Beberapa pemain lokal terjun ke industri ini. Sebutlah USeeTV milik Telkom, MNC Play, First Media dan Genflix yang terafiliasi pada Orange TV.

Melihat gurihnya prospek layanan nonton film streaming ini, pemain-pemain besar global ikut mengayuhkan kaki-kaki bisnisnya di Indonesia. Selain Amazon Prime dan Netflix yang datang dari Amerika, VIU layanan video on demand asal Hong Kong juga turut meramaikan jagad bisnis hiburan online tanah air.

Yang menarik, VIU mengambilĀ captive market yang memang jadi pangsa pemirsa paling subur di industri televisi. Yaitu segmen anak muda dan ibu-ibu penggemar sinetron, drama dan film. Berbeda dengan layanan pemain lain, VIU mengandalkan kelengkapan konten serial drama Korea terbaru, sinetron, dan film India dan serial Asia lainnya.

Kita ketahui bahwa saat ini, Drama Korea khususnya, sangat digandrungi. Bahkan bisa dikatakan drama Korea meledak di Indonesia. Ini sejalan dengan demam hallyu atau K-Pop yang melanda dunia. Peluang inilah yang coba ditangkap oleh VIU.

VIU menyuguhkan serial-serial drama Korea popular nan anyar seperti Goblin dan The Bride Of Habaek . Penayangannya bersamaan dengan hari tayang di negara asal film tersebut sehingga penonton menikmati secara eksklusif. Keistimewaan lainnya, drama Korea dan konten-konten video lain di VIU sudah dilengkapi dengan subtitle Indonesia. Bukan cuma itu, video-video di VIU bisa diunduh sehingga bebas ditonton secara offline. Ini tentu saja memudahkan para penikmat serial drama kapanpun dan dimanapun.

Meskipun identik dengan konten-konten serial Asia seperti Korea, Jepang dan India, ternyata VIU juga menyajikan film-film Indonesia dan Hollywood. Mulai dari film-film lawas keluaran tahun 70an seperti Warkop DKI, Janur Kuning hingga film teranyar. Film-film tersebut dapat disaksikan secara cuma-cuma alias gratis. Dan tentu saja lebih banyak pilihan bagi yang memilik layanan berlangganan alias premium. VIU Bisa dinikmati di aplikasi App Store dan Google Play Store serta website beralamat di viu.com.

VIU dan berbagai layanan VOD adalah gelombang inovasi yang menyertai gemuruh ekonomi digital. Inovasi tersebut mengikut trend gaya hidup masyarakat yang serba digital. Termasuk konsumsi hiburan yang mulai beralih ke platform digital. Menurut laporan teranyar Nielsen, kini 45 persen pemirsa televisi beralih menonton ke smartphone, tablet dan desktop. Ini artinya, ada harapan cerah bagi pelaku industri hiburan yang serius menggarap penonton digital. Perkembangan anyar dunia hiburan ini menambah semarak perkembangan ekonomi digital di Indonesia yang nilainya ditaksir 130 miliar dolar pada tahun 2020.