Mohon tunggu...
Jurnalisme Pariwisata Sejarah
Jurnalisme Pariwisata Sejarah Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

Saya adalah mahasiswa UNJ pendidikan Sejarah. Disini saya upload artikel teman-teman saya mengenai pariwisata dan sejarah.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mencari Makna Merdeka bagi Perempuan Lewat Organisasi Poetri Mardika

16 Mei 2022   16:13 Diperbarui: 16 Mei 2022   16:26 252
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Sebelum adanya politik etis, pendidikan hanya lah angan-angan semu bagi rakyat Indonesia, khususnya bagi mereka yang bergender perempuan. Stigma bahwa perempuan harus mengurusi urusan sumur, kasur, dan dapur memang sudah berkembang sejak zaman kolonialisme Belanda. 

Akibat dari stigma ini adalah terbelenggunya dan terpuruknya kondisi perempuan Indonesia dalam bidang pemikiran dan pendidikan. Tidak memiliki latar belakang pendidikan yang baik, dan dipaksa untuk mengikuti stigma yang ada sering kali membuat perempuan Indonesia di masa lampau kehilangan hak atas dirinya sendiri. 

Oleh karena itu, lahir lah sebuah organisasi perempuan bernama Poetri Mardika untuk mencerahkan dan membawa kondisi perempuan Indonesia supaya lebih maju.

Organisasi Poetri Mardika ini dibentuk pada tahun 1912 di tanah Batavia. Berdirinya Poetri Mardika ini juga tak luput dari sokongan serta bantuan dari organisasi besar yakni Boedi Oetomo. Dibentuknya organisasi ini juga bukan tak beralasan. 

Pembentukan Poetri Mardika ini dipelopori oleh R. A. Theresia, R. R. Rukmini, R.A. Sutinah Joyopranoto, P.A Subarudin, dan Sadikun Tondokusumo. Pembentukan Poetri Mrdika ini merupakan buah lanjutan dari hasil pemikiran Kartini. Meskipun tak memberikan efek secara langsung, tapi pemikirannya menjadi dasar bagi para pendiri Poetri Mardika ini untuk bergerak dan membentuk organisasi Poetri Mardika.

Pembentukan organisasi ini didasari dengan keinginan kuat agar perempuan bukan hanya sekadar terpaku mengikuti adat istiadat saja, akan tetapi juga perempuan harus aktif dalam meningkatkan derajat mereka di lapisan masyarakat. Oleh karena itu di dalam organisasi ini, perempuan diberikan pengajaran soal membaca, menulis, dan diajarkan untuk menolak apabila mereka ingin dipoligami. 

Bicara soal poligami, poligami ini marak sekali dilakukan. Dalam praktiknya, banyak perempuan Indonesia yang menjadi korban dan tak bisa melawan karena dibatasi oleh stigma yang beredar di masyarakat. 

Tan Malaka, seorang tokoh revolusionernya dalam buku "Aksi Massa" mengatakan bahwa di dalam masa revolusi akan terlahir puncak kekuatan moral, terlahir kecerdasan pikiran dan teraih segenap kemampuan untuk mendirikan masyarakat baru. Oleh karena itu untuk mencerdaskan pikiran, maka Poetri Mardika hadir dan menunjukkan sikap serius untuk memajukan pendidikan di Indonesia kala itu.

Poetri Mardika dalam keseriusannya untuk memberikan pendidikan yang layak bagi perempuan Indonesia, memberikan beasiswa yang bersumber dari kas mereka. Hal ini dilakukan agar perempuan Indonesia dapat mengenyam pendidikan dan menjadi terpelajar. 

Perempuan-perempuan yang berada di bawah naungan organisasi Poetri Mardika diberikan pengajaran untuk menulis serta membaca. Sebagai tindak lanjutnya, mereka dititahkan untuk menuliskan opini mereka dan akan dimuat dalam surat kabar yang dimiliki oleh organisasi Poetri Mardika. Mereka diajarkan untuk terjun ke dunia pers.

Surat kabar yang dimiliki Poetri Mardika ini bernama Poetri Mardika, sama seperti nama organisasinya. Terbit untuk pertama kalinya pada tahun 1914, namun pada tahun 1920 sangat disayangkan tidak ada lagi kejelasan dari surat kabar Poetri Mardika ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun