Mohon tunggu...
Suara Asap
Suara Asap Mohon Tunggu... Jurnalis - conten / copy writer

Iseng - iseng menulis

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Bahaya Penyebaran Penyakit Unta "MersCov"

9 Januari 2018   12:47 Diperbarui: 9 Januari 2018   13:15 1202
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Semenjak viralnya video minum air kencing unta, telah medapatkan respon dari kementrian kesehatan. Konsumsi air kencing unta dinilai dapat terjangkit penyakit Middle East Respiration Syindrome Coronavirus (MersCov) atau flu unta.

MersCov adalah penyakit saluran pernapaan yang disebabkan oleh virus korona. Asal virus ini belum diketahui secara pasti, namun diduga bahwa virus ini kemungkinan besar dari unta yang tinggal di Arab Saudi dan sekitarnya.  Penyakit flu unta atau Mers sudah terdekteksi di beberapa negara, termasuk Eropa, Asia, sampai Amerika Utara.

Mers ini dapat menular, namun penularan ini tidak semudah flu biasa, tetapi virus Mers umumnya menular melalui kontak lansung, misalnya pada orang yang merawat penderita Mers yang tidak menerapkan proseduk perlindungan diri terhadap virus dengan baik.

Pada tahun 2010 dan 2013 penelitian menyebutkan bahwa unta adalah salah satu agen penyebaran penyakit ini. Seseorang arab yang jatuh sakit Mers dan flu unta, tujuh hari setelah dia mengoleskna obat topical ke beberapa ekor untanya yang sakit.

Mengutip, berbagai sumber, virus ini pertama kali dilaporkan pada bulan September 2012 di Arab Saudi, oleh karenanya virus ini disebut juga sebagi flu Arab.

Virus ini sama seperti virus SARS yang disebabkan oleh corona virus. Namun flu unta punya jenis corona yang berbeda. Sampai saat ini belum jelas bagaimana virus tersebut bisa ditularkan dari unta ke manusia. namun dari berbagai sumber mengatakan hal ini sudah memkan korban jiwa hingga terkahir 112 orang.

Korban terkahir yakni lelalki dan perempuan meninggal di Kota Jeddah dan Makkah. Meski virus ini belum dipastikan mematikan dibanding SARS telah menginfeksi 8.273 orang dan hampir sepuluh persen meninggal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk menghindari kontak dengan unta, mengonsumsi daging unta mentah, minum susu uta, bahkan mengindari minum kencing unta. Tapi sebagian bilang bahwa kencing unta merupakan oabt untuk berbagai penyakit di Timur Tengah.

Dilansir dari CNNIndonesia, Gejala yang terjadi pada flu unta, yaitu demam, batuk, batuk, napsa pendek, ganguan pencernaan seperti diare, dan muntah --muntah, dan nyeri otot. Selain itu, tanda -- tanda pneumonia juga sering ditemukan pada pemeriksaan pengindap Mers. Ada baiknya anda lebih waspada dalam penyakit ini dan segera memeriksakan diri dalam gejala ini. Mers juga dapat berpotensi pada gagal organ, terutama pada ginjal, dan syok sepsis.

Pengobatan atau pencegahan Mers ini perlu metode khusus yang mampu mengatasinya. Vaksin untuk penyakit ini belum tersedia, maka doketer akan memeberikan beberapa cara pencegahan yang bisa anda lakukan untuk mencegah dan mengobati Mers.

Pertama, Rajinlah mencuci tangan dengan air dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Terutama sebelum makan atau menyentuh wajah. Jika belum mencuci maka anda Tidak menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun