Mohon tunggu...
Jurnal Hukum
Jurnal Hukum Mohon Tunggu... Jurnalis - Jurnalis

Jurnalis hukum yang berdomisili di Surabaya

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Istri Konglomerat Kuasai Tanah Warga di Surabaya

22 September 2022   05:30 Diperbarui: 22 September 2022   05:36 530 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kamaruddin Simanjuntak (kanan) bersama rekannya sesama advokat di Surabaya. (dok.pribadi)

Advokat fenomenal Kamaruddin Simanjuntak menyoroti istri konglomerat yang berusaha merebut tanah milik warga di Surabaya. Kasus ini diketahuinya saat dia menerima konsultasi dari advokat anggota Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) di Surabaya.

"Ada istri konglomerat terkaya di Indonesia memerintahkan penegak hukum lain untuk mengambil tanah rakyat," kata Kamaruddin dalam diskusi yang videonya diunggah di akun Facebook Fun Vibe.

Kamaruddin menyebut bahwa istri konglomerat ini mengerahkan 250 aparat untuk merebut tanah warga ini. "Intelegen mereka mengatakan bahwa warga pemilik tanah ini akan dibunuh orang-orang tetapi advokat ini percaya diri tetap dia di situ melindungi masyarakat ini," ujarnya.

Advokat yang menjadi pengacara warga pemilik tanah tersebut melindungi kliennya saat dikeroyok aparat. "Advokat ini tidak tega melihat kliennya ini dipukuli. Maka dilindungi. Dipeluk klien itu. Dihajar dari belakang. Saya lihat videonya. Saya bilang ini konglomeratnya yang harus dihajar," katanya.

Warga pemilik tanah tersebut sebenarnya telah melapor kasus penganiayaan itu ke polisi. Hanya, menurut Kamaruddin, laporan itu tidak ditanggapi. "Sampai dia membuat laporan ke Komisi III DPR RI, membuat laporan ke presiden, membuat laporan ke kapolri tidak ditanggapi karena ini istri konglomerat orang terkaya di Indonesia," tuturnya.

Menurut dia, tanah itu bukan milik istri konglomerat tersebut. Wanita itu disebutnya telah salah menunjuk lokasi tanah. Tanah milik wanita itu bukan di lokasi tanah milik warga tersebut. Tapi, lokasinya berada di tempat lain. "Istri konglomerat itu salah lokasi. Di perdata dimenangkan oleh pemilik tanah," katanya.

Meski begitu, tanah tersebut masih dikuasai pihak istri konglomerat yang mengerahkan preman-premannya sebanyak 56 orang untuk menjaga lokasi. "Tanah ini sekarang tidak bisa dikuasai pemilik tanah tetapi dikuasai preman suruhan orang terkaya ini," ungkapnya. (*)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan