Mohon tunggu...
irvan sjafari
irvan sjafari Mohon Tunggu... Jurnalis - penjelajah

Saat ini bekerja di beberapa majalah dan pernah bekerja di sejumlah media sejak 1994. Berminat pada sejarah lokal, lingkungan hidup, film dan kebudayaan populer.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Dayang Sumbi (3)

5 Juni 2020   01:41 Diperbarui: 5 Juni 2020   01:38 329
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi-Foto: https://www.qureta.com/post/dayang-sumbi-dan-intelektualitas-perempuan-sunda

Aku bergidik. Ira, menyiapkan senjata juga.

"Manusia?" tanyaku.

"Mungkin, menyerupai..." jawab Ginanjar.

Aku menoleh dengan penuh rasa ingin tahu. Ada beberapa sosok menyerupai manusia dengan banyak bulu di atas batu. Tidak mungkin kera.  Mereka tertengun dan kemudian menghilang masuk gua.

"Mereka takut pada kita?" ucap Mamo.

"Kalau mereka bermaksud jahat, kita sudah mati sejak tadi. Kau lihat ada jejak di sekitar pesawat? Menyerupai manusia. Mereka hanya melihat, tetapi tidak berani menyentuh apa pun," kata Harun.

Syukurlah. Dokter itu benar. Ada jejak sekitar pesawat. Jejak yang mengitari.

"Baiklah, misi kita bukan mencari mahluk itu, tetapi mencari anak-anak dari dua ibu ini dan kawan kita Taruma," Kapten Ginanjar mengingatkan.

Diputuskan Sisil dan Mamo berjaga di pesawat. Aku, Ira dan dokter Harun mengendarai jip. Sementara Ginanjar dan Andrian mengawal dengan motor capung yang juga dipersenjatai pelontar listrik.

Kami masing-masing membawa kompas virtual yang mampu menggambarkan konstur tanah tiga dimensi. Astaga atau dua danau, sebelah barat  dan sebelah timur yang nyaris dua kali lebih besar. Ada daratan seperti pematang yang cukup lebar memisahkan. 

Tapi kompas tidak bisa menggambarkan detailnya, karena hanya lima kilometer jarak virtualnya.  Ginanjar memberikan peta koordinat garis besar di dashboard jip diunduh dari pesawat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun