Mohon tunggu...
irvan sjafari
irvan sjafari Mohon Tunggu... penjelajah

Saat ini bekerja di beberapa majalah dan pernah bekerja di sejumlah media sejak 1994. Berminat pada sejarah lokal, lingkungan hidup, film dan kebudayaan populer.

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Artikel Utama

Eksistensi Manusia dalam Passengers, Life dan Alien Covenant

7 Juli 2017   20:53 Diperbarui: 9 Juli 2017   05:21 0 3 1 Mohon Tunggu...
Eksistensi Manusia dalam Passengers, Life dan Alien Covenant
Adegan dalam Passengers (kerdit foto ABC News).

Alkisah di masa depan, sebuah pesawat antariksa raksasa  bernama Avalon membawa 5000 penumpang dan 200-an awak dari Planet Bumi menuju Homestead II yang berjarak 120 tahun perjalanan.  Para penumpang dan awak tidur hibernatus dalam sebuah kapsul khusus dan akan dibangunkan empat bulan sebelum mendarat.  Ketika dibangunkan usia mereka sama ketika mereka berangkat. Itu kalau skenario berjalan mulus.

Jim Preston (Chris Pratt) terbangun pada tahun ke 30 dan mendapatkan dirinya seorang diri di kapal antariksa yang luasnya seperti sebuah kota kecil. Desain interiornya menyerupai perpaduan sebuah hotel mewah dan mal. Ternyata ada kerusakan di kapsulnya. Jim adalah mekanik, tidak bisa mengetahui lebih jauh apa yang terjadi.

Jadilah ia Robinson Crosoe berteman dengan Arthur robot bartender di bar, menikmati fasilitas bermain basket, berenang, atraksi tarian visual dan sarapan sesuai kelas sosialnya. 

Setahun sendirian ia tidak tahan. Dia bangunkan Aurora Lane (Jennifer Lawrence), seorang penulis muda.  Bisa ditebak mereka saling jatuh hati, hingga akhirnya Aurora mengetahui bahwa "hidup"-nya dirampas hanya karena Jim kesepian.

Hubungan mereka retak. Namun Gus Marcuso (Lawrence Fishburne), seorang awak terbangun menghentikan pertikaian mereka.  Pesawat raksasa itu berada dalam bahaya karena ada kerusakan.  Mau tidak mau Jim dan Aurora bekerjasama menyelamatkan para penumpang lain.

Dari segi tema, Passengerscerita fiksi ilmiah yang menarik bahwa perjalanan ke luar angkasa bukan semata-mata bertemu alien, tetapi juga mengungkapkan sisi kemanusiaan. Manusia pada dasarnya mahluk sosial, tidak akan tahan kesepian, sekalipun di dunia nyata ada manusia yang punya kecenderungan soliter.   

Lifeadalah film fiksi ilmiah yang menarik lainnya menyangkut eksistensi manusia.  Ceritanya tentang enam astronot tinggal di sebuah stasiun angkasa.  David Jordan (Jake Gyllenhaal), Miranda North (Rebecca Ferguson), Rory Adams (Ryan Reynolds), Sho Kendo (Hiroyuki Sanada), Hugh Derry (Ariyon Bakare), dan Katerina Golovkin (Olga Dihovichnaya) menikmati rutinitas hidup di luar angkasa.

Poster Life (kredit foto: Clutjer).
Poster Life (kredit foto: Clutjer).
Mereka berkomunikasi dengan keluarga mereka di bumi.  Sho, misalnya baru saja dianugerahi seorang putri. Hugh digambarkan cacat sejak lahir mempunyai kelainan di kaki. Begitu juga para astronot lain mempunyai keluarga dicintai.

Sebuah kapsul kemudian datang  membawa sampel adanya kehidupan di Mars membuat gairah kerja mereka meningkat.  Kehidupan itu berupa sebuah sel tunggal, nukleus yang kemudian dinamakan Calvin.  Mulanya mereka mengira organisme hidup hanya sederhana, sampai kemudian Calvin memangsa tikus percobaan dan tumbuh besar.

Mahluk itu menjadi predator bagi para astronot.  Setelah memangsa Calvin tumbuh besar dan menjadi ancaman apabila sampai di Bumi.  Eksistensi manusia sebagai mahluk tertinggi dalam rantai makanan terancam, karena Calvin bukan mahluk sederhana, tetapi mahluk yang cerdas.

Life yang disutradari Daniel Espisona ini mengingatkan pada Alien-nya Ridley Scott yang dirilis pada 1979. Plotnya nyaris sebangun, termasuk adu cerdas, adu survival  antar dua "spesies" dan sulit ditebak endingnya seperti apa.   

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x