Mohon tunggu...
irvan sjafari
irvan sjafari Mohon Tunggu... penjelajah

Saat ini bekerja di beberapa majalah dan pernah bekerja di sejumlah media sejak 1994. Berminat pada sejarah lokal, lingkungan hidup, film dan kebudayaan populer.

Selanjutnya

Tutup

Novel

Novel | Koloni (48-49)

27 Juni 2017   12:15 Diperbarui: 27 Juni 2017   12:51 0 0 0 Mohon Tunggu...
Novel | Koloni (48-49)
Ilustrasi Irvan Sjafari

Segmen Empat

Persaudaraan Serangga: Pasca Pertempuran

   

EMPAT PULUH TUJUH

Waktu dan Tempat Tak Diketahui

Klinik milik Koloni berada di Blok I, dekat Rumah Mahkota.  Kapasitasnya sebetulnya tidak untuk banyak orang.  Tetapi klinik yang dipimpin Dokter Latifah punya bangsal darurat.  Di sana mereka yang meninggal disemayamkan untuk dibersihkan.

Belum tengah hari mereka yang gugur telah terdata.  Dalam satu barisan, jenazah Andromeda, Perwira senior semut, Gunawan, perwira senior semut, Prajurit Anastasia Hanni,  Nyoman Astra, Hamid Abdullah,  Danny Yuan, Fifi Novika. tujuh orang. Masing-masing dalam satu peti. Karena ada jenazah yang tidak utuh.

Dari barisan tawon, Prajurit Elsa Marisa, Salazar, Haikal Marwan, Frans Sagala, Henk Andrian, Siti Aminah. Terhitung enam orang, masing-masing dalam satu peti. Siap disemayamkan.

Ahmady hadir menyaksikan dua anak buahnya terbujur kaku dalam peti, jadi satu dengan delapan serdadu pengawal pulau ini.   Dia diampingi Brigadir Jenderal Irawan Prayitna.  

“Kita menang Jenderal. Mereka yang gugur di barisan satu dan dua usianya belasan tahun, tetapi mereka bisa bertempur seperti kita, ada yang perempuan lagi.  Lalu mereka begitu santai setelah bertempur.  Mereka seperti semut dan tawon membela huniannya,” ujar Ahmady kagum.

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12