Wisata highlight

Desa Wisata Lopati: Perjalanan Singkat di Selatan Daerah Istimewa

19 Juni 2017   19:50 Diperbarui: 20 Juni 2017   18:00 381 0 0
Desa Wisata Lopati: Perjalanan Singkat di Selatan Daerah Istimewa
Langit di Desa Wisata Lopati


Sabtu, 10 Juni 2017 

Sekitar jam 11am WIB, saya dan anggota kelompok berkumpul di kampus. Kami akan pergi ke Desa Wisata Lopati yang terletak di Trimurti, Srandakan, Bantul, DIY. Tujuan perjalanan kami ke tempat tersebut adalah sebagai eksekusi tugas akhir mata kuliah Media Massa Indonesia, yang mana tugas akhirnya berupa kegiatan pengabdian dengan menyampaikan topik mengenai literasi media. 


tapi tunggu dulu..... artikel ini bukan mau membahas mengenai kegiatan pengabdiannya, melainkan sedikit cerita ketika saya berkunjung ke Desa Wisata Lopati 


Lokasi Desa Wisata Lopati ini sendiri tidaklah sulit untuk ditemukan. Anda akan disajikan kegiatan-kegiatan masyarakat pedesaan, seperti: membuat kerajinan rotan, kerajinan bambu, kerajinan kayu, tempe yang dikemas dengan daun pisang yang menciptakan rasa tempe yang khas, kesenian Jawa, pembuatan jamu yang segar, dan masih banyak lagi yang belum tereksplor oleh saya. Kalian nantinya bisa minta ditemani dan diantar oleh pak Pairin untuk mengeksplor Desa Wisata Lopati. 

Dalam kelompok, saya bertugas sebagai fotografer untuk melihat dan mengambil beberapa potensi kegiatan di tempat ini. Kalau sayasendiri mendapat bagian kerajinan rotan dan pembuatan tempe. 

Tempat pertama, saya diantarkan pak Pairin ke tempat pembuatan kerajinan dari rotan. Di tempat itu saya bertemu dengan bu Purmini. Tak hanya menemukan kerajinan dari rotan saja, tetapi saya juga melihat ada kerajinan dari bambu, kayu ulin dan kayu sengon yang diolah menjadi berbagai macam kerajinan. Beberapa bentuk kerajinan yang saya temukan di tempat bu Purmini ini antara lain wadah menyerupai piring yang dibuat dari rotan, kemudian ada topi rotan, topeng, beberapa mainan anak, kuda kepang, tempat pensil, krondo, vas bunga, serta kap lampu. Piring rotan ini dijual dengan harga IDR7k, untuk kap lampu dijual dengan harga IDR120k. 

Tempat kedua, saya dan pak Pairin menuju ke tempat pembuatan tempe. Di tempat tersebut saya bertemu dengan bu Sugira dan bu Sutina. Tempe di tempat ini dibungkus dengandaun pisang sebagai bungkus dalam dan bagian luar dibungkus dengan kertas (koran). Dalam satu hari bu Sugira dan bu Sutina bisa memproduksi tempe hingga seribuan bungkus. Tempe-tempe ini dijual di warung-warung sekitar dengan harga IDR250/bungkus. 

Salah satu teman saya yang mengunjungi tempat lainnya di Desa Wisata Lopati mengunjungi tempat pembuatan Jamu. Dari ceritanya sendiri jamu di tempat ini dibuat tanpa proses pengawetan dengan cara pengeringan dan pembubukan, sehingga jamu yang kita dapati benar-benar masih segar. benar saja, si ibu pembuat jamu yang sempat melewati tempat istirahat kami kami panggil. Saya memesan jamu kunir asem. memang benar rasanya masih segar sekali. kalian bisa mengunjungi instagram Desa Wisata Lopati di instagram.com/lopatidesawisata, sekedar untuk melihat-lihat ataupun mengontak pengurus tempat ini.

Desa Wisata Lopati... Lestari, Terpatri di Hati