Mohon tunggu...
Petra JD
Petra JD Mohon Tunggu... Menulis ketika ingin. Rehat ketika ingin. Mengkritik ketika diperlukan. Diam ketika mengendalikan. Seorang penulis lepas yang kadang omong kosong di dalam tulisannya. Namun kadang menyelipkan pesan tersembunyi di dalam tulisannya. Sekian.

Pengamat

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Mimpi Sunyi di Ibu Kota

12 April 2019   19:29 Diperbarui: 12 April 2019   20:01 0 4 1 Mohon Tunggu...
Puisi | Mimpi Sunyi di Ibu Kota
sumber gambar: Tibet Vista (tibettravel.org)

Suara mesin mengganggu tenang
Tak bosankah ia bicara
Sunyi selalu dirindu
Malam gelap datanglah bersama makam

Hiruk pikuk di jalan senang menampar telinga
Suara kamar sebelah seperti guntur dan badai
Perlahan mulai menyukai makam

Tak dapat membayangkan bagaimana keheningan itu
Tak pernah berkesempatan membayangkannya

Siapa dapat menikmatinya?
Hanya raga mati yang bersembunyi tanah yang bisa
Namun, benarkah sunyi dapat dirasakan?

Bukan kelantangannya yang mengusik
Namun, sampah dalam kekosongan bunyi yang mencekik
kutukan dan keluh sia-sianya memantik
Siapa dapat lepas?

Isak doa dapatkah melindungi udara
Hantarlah mazmur untuk berjaga
Tiada goda dalam bisik boleh bersua
Biarlah mazmur saja mengganggu hening

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x