Mohon tunggu...
Peter Jeandrie
Peter Jeandrie Mohon Tunggu... Menulis ketika ingin. Rehat ketika ingin. Mengkritik ketika diperlukan. Diam ketika mengendalikan. Seorang penulis lepas yang kadang omong kosong di dalam tulisannya. Namun kadang menyelipkan pesan tersembunyi di dalam tulisannya. Sekian.

Pengamat

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

PR Harusnya Dievaluasi, Bukan Ditiadakan

20 Juli 2018   21:10 Diperbarui: 20 Juli 2018   21:13 2021 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PR Harusnya Dievaluasi, Bukan Ditiadakan
sumber gambar: Pinterest

Terdengar kabar bahwa pemerintah di salah satu kota di Provinsi Jawa Timur mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan pemberian tugas rumah alias PR (pekerjaan rumah). 

Kepala Dinas Pendidikan di kota tersebut mengungkapkan bahwa pelajaran sekolah diharapkan selesai pula di sekolah. Siswa juga perlu belajar dari lingkungan keluarga dan masyarakatnya. 

Lantas, apakah peniadaan PR ini merupakan keputusan yang bijak? 

Untuk itu saya akan berikan pandangan saya terhadap kebijakan ini.

Saya pernah menjadi seorang siswa, baik itu siswa SD, SMP, maupun SMA. Saya sebenarnya tidak ada masalah bila diberi PR oleh guru. Namun, dulu saya juga sering berpikir bahwa sejauh selama saya menjadi seorang siswa, PR yang diberikan memang sifatnya mengotak-kotakan otak siswa menjadi teoritik akademik. 

Belum ada saya mendapatkan penugasan atau PR yang mengarahkan siswanya untuk observasi terhadap lingkungan di luar sekolah. 

Harus saya akui bahwa pendidikan di luar sekolah memang perlu didapatkan oleh setiap orang. Namun, pada dasarnya sifat malas akan selalu ada di setiap orang. Maka pemberian PR saya rasa juga perlu untuk diberikan. 

kok kayanya sama aja ya?

Tidak, ini tidak sama. Pengajar justru perlu memberikan PR, namun bukan yang teoritik akademik. Penugasan di luar sekolah sebaiknya imbauan untuk mempelajari terlebih dahulu mengenai materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. Atau dengan memberi tugas kepada siswa untuk mencari tahu mengenai beberapa hal yang akan menjadi bahan bahasan di pertemuan berikutnya. 

Sebagai contoh:

Mata Pelajaran IPA, guru memberi tugas (PR) kepada siswanya untuk mencari tahu berbagai penyakit yang umum dan bagaimana penanganannya, mencari tahu apa gejalanya, dan sebagainya. Siswa dapat mencari tahu dengan bertanyakepada keluarganya atau bahkan tetangganya. 

Jadi, ini bukan peniadaan yang sebaiknya dilakukan, tetapi mengevaluasi PR seperti apa yang diberikan. 

VIDEO PILIHAN