Jun Joe Winanto
Jun Joe Winanto Blogger, Freelance Editor-Writer-Speaker

Menulis, tak banyak yang memilih menjadi pilihan hidup. Sama halnya dengan La Cheo Joe (jun joe winanto). Menulis sebagai rangsangan untuk sel-sel otak agar terus berbiak. La Cheo Joe, banyak menulis buku, tetapi tidak untuk diterbitkan secara komersial. Buku-buku tersebut diperuntukkan untuk proyek Departemen Pendidikan Nasional dari beberapa penerbit. Lebih dari 100-an judul buku telah ditulisnya. Lahir pada 9 Juni di “Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah”, sebagai anak keempat dari enam bersaudara. Cita-citanya berbelok seratus delapan puluh derajat dari yang diidam-idamkan menjadi Dokter Kandungan. Kuliah pun sebenarnya tak diinginkan oleh kedua orang tuanya karena sesuatu dan lain hal. Cerita berkata lain, diam-diam Sang Guru Bimbingan Karier (BK) SMA-nya memberikan berkas lembaran sebagai Mahasiswa Undangan ke Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. La Cheo Joe sempat merenungi keputusan saat jari-jemarinya menjentikkan pulpen mengisi titik-titik bernama. Perjalanan kariernya di beberapa perusahaan, mengantarkannya untuk berkeliling daerah di Indonesia. Mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan. La Cheo Joe sebagai penyuka olahraga selam, masak,icip-icip makanan, traveling, dan naik gunung ini, bercita-cita punya “tempat makan” sendiri dan ingin segera merampungkan salah satu bukunya yang sempat tertunda lama. Untuk mengenal lebih jauh dengannya, dapat dihubungi via email: junjoe.gen@gmail.com atau di nomor telepon 0857 1586 5945.

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Secret Recipe Hadirkan 3 Menu Baru Penggugah Selera

7 Oktober 2018   20:54 Diperbarui: 7 Oktober 2018   20:54 726 2 2
Secret Recipe Hadirkan 3 Menu Baru Penggugah Selera
Secret Recipe Central Park [Foto: Dok Pri]


Beberapa waktu lalu saya sempatkan diri jalan-jalan ke salah satu mal yang cukup dikenal di kawasan Jakarta Barat. Sebutlan namanya Central Park. Di mal ini banyak dijual barang-barang dan kebutuhan lainnya yang diperlukan seseorang. Entah itu makanan, pakaian, alat olahraga, maupun kebutuhan lainnya.

Apalagi, jalan-jalan saya terbilang jalan-jalan yang tidak diburu waktu. Artinya, waktu bermain saya mengitari mal itu sangat panjang. Bisa dari parkiran sampai keluar parkiran lagi, ha... ha... ha... sekalian ngadem (bahasa Betawi = mendinginkan diri).

Kalau lelah, ya istirahat cari tempat senderan sekadar meluruskan kaki. Sementara, kalau haus, ya tinggal cari minuman atau jus-jusan atau cari es krim penghilang haus. Central Park ini ternyata cukup luas juga setelah dijalani. Keliling-keliling cuci mata, lumayan dapat referensi banyak. Referensi tempat-tempat belanja yang sekiranya murah meriah dan tidak nguras kantong.

Tak terasa hari menjelang pukul 12 siang. Kukuruyuk perut mulai mengundang. Cacing-cacing perut mulai menendang-nendang minta jatah makan. Saya turun menyusuri lantai demi lantai menggunakan eskalator. Saya ikuti ke mana kaki membawa tubuh ini.

Sampailah di unit LGM. Tanya sana-sini di mana tempat makan di sekitaran Central Park ini, sekuriti mengarahkan ke unit LG. Oh, ternyata saya harus turun lagi satu lantai. Nah, benar ternyata, ketika sampai di LG, wuaah... surga makanan berhamparan. Seolah lapar mata nanar melihat makanan yang enak-enak dan lezat.

Lirik kanan kiri, keknya mata belum menemukan tempat makan yang pas. Kaki berat singgah di resto yang rame banget dan terkesan buru-buru nyajiin. Berasa seperti  antri makanan "Perang Vietnam". Kaki-kaki ini terus membawa badan hingga ke tengah bagian LG.

Entah kenapa, mata kok tertuju pada salah satu tempat makan yang menarik mata saya dengan tulisan warna merah cukup menyala. Di depan pintu masuknya juga terdapat foto makanan yang menggoda gastronomi saya.

Saya putuskan untuk masuk ke resto dengan nama Secret Recipe tersebut. Hmm... saya masih bertanya-tanya, kenapa namanya Secret Recipe. Dalam tebakan benak saya, mungkin ini adalah resep rahasia yang  tidak bisa diberitahukan ke orang-orang apa bahan yang terdapat di dalamnya. Intinya sih halal.

Suasana dalam Secret Recipe Central Park [Foto: Dok Pri]
Suasana dalam Secret Recipe Central Park [Foto: Dok Pri]
Cerita punya cerita, ternyata Secret Recipe Indonesia ini sudah ada sejak lima tahun lalu. Terkenalnya dengan kue-kue basah kelas hotel bintang lima. Nah, saya tidak sendirian sih ke resto ini, ada tiga teman saya lainnya. Kami memang sudah janjian untuk bertemu sebelumnya di tempat ini.

Saya dan ketiga teman memilih duduk di pinggiran yang di belakangnya dipenuh pot-pot bunga plastik beraneka warna dengan pigura makanan dan beberapa keterangan mengenai jenis makanannya. Begitu berada di dalam suasana nyaman menyergap. Tempatnya pun tak terlalu besar tetapi asyik buat kongkow.

Pendingin udaranya pun tak membuat tubuh menggigil. Cat tembok berwarna putih menambah indah suasana dan lapang tempat. Kursi-kursi  putih yang tersusun rapi membuat diri betah berlama-lama. Kalau alunan musik yang mengalun tidak terlalu menghentak, akan menambah nikmat untuk duduk asyik di Secret Recipe.

Obrolan kami berempat melewatkan waktu makan yang hampir tuntas. Nah, ternyata Secret Recipe ini mengeluarkan menu baru hot plate. Ada tiga menu baru yang diluncurkan, yaitu Blackpepper Beef Hot Plate, Beef Mushroom Hot Plate, dan Kimchi Bokkeumbap Hot Plate.

Setelah kami berempat yang sebelumnya diskusi panjang lebar untuk menu mana yang akan dipilih, saya dan satu teman saya memesan satu menu yang sama, yaitu Kimchi Bokkeumbap, sedangkan dua teman saya lainnyan memesan Blackpepper Beef Hot Plate dan Beef Mushroom Hot Plate.

Kami langsung memesan menu-menu tersebut. Sembari, kami berempat bercerita, suguhan minuman pun datang. Ada teh manis panas dan lemon tea. Saya pesan lemon tea. Ya standard minuman lemon pada umumnya, cukuplah untuk pelepas dahaga. Rasa manis dan asam yang tersaji cukup representatif, tidak ada yang dominan.

Selang beberapa menit kami ngobrol, dua menu teman saya yang memesan Blackpepper Beef Hot Plate dan Beef Mushroom Hot Plate pun datang. Biasa, Food Blogger nyiapin senjatanya, kamera! Kedua menu ini kalau dilihat dari isiannya sama.

Blackpepper Beef Hot Plate Secret Recipe Central Park [Foto: Dok Pri]
Blackpepper Beef Hot Plate Secret Recipe Central Park [Foto: Dok Pri]
Tak pakai ba bi bu be bo... menu yang sudah datang siap-siap dijepret. Cari-cari angle yang pas pastinya. Nah, saya mau deskripsiin sedikit tentang menu yang datang ini, Blackpepper Beef Hot Plate dan Beef Mushroom Hot Plate.

Blackpepper Beef Hot Plate ini adalah daging yang di-slice tipis. Sepenglihatan saya direbus dengan sedikit garam tanpa ada bumbu tambahan lain. Warna cokelat yang timbul mungkin dari kecap atau gula merah (mungkin). Tapi daging tidak berasa asin.

Sementara, bagian lainnya ada telur ceplok (mata sapi) yang memang menggoda banget dilihat. Putihnya matang sempurna putih, dan kuningnya bundar sempurna dengan kematangan pas. Sementara vegetables-nya ada berupa jagung pipil, kacang polong, dan irisan wortel.

Nasinya sendiri memang beda. Layaknya nasi uduk atau nasi lemak (kalau Malaysia bilang), nah ini nasinya ditambah bumbu berupa herbs. Mungkin herbsnya kurang banyak, jadi bumbu herbs di nasi kurang keluar.  Rasa nasinya enak dan tidak begitu "buyar" (pera').

Nah, pembedanya hanya di sausnya saja. Ada saus lada hitam dan mushroom. Saus lada hitamnya, dari sisi konsistensi relatif kental. Jadi, ketika coba dituang ke daging sapinya perlu waktu untuk jatuh. Rasanya, layaknya blackpepper pada umumnya rasa pedas lada yang relatif ringan menurut saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2