Mohon tunggu...
Junio Richson Sirait
Junio Richson Sirait Mohon Tunggu... Administrasi - Kapan ya Jadi Moderator 😅

Berusaha dari hari ke hari memberikan yang terbaik

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Ekspor dan Impor, Gerakan Awal Menteri Muhammad Lutfi untuk Rakyat

24 Desember 2020   07:58 Diperbarui: 24 Desember 2020   20:04 226
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Muhammad Lutfi, yang sebelumnya adalah Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat sekarang resmi dilantik oleh presiden Joko Widodo di Istana Negara menjadi Menteri Perdagangan pada Rabu (23/12/2020). Ia menggantikan Agus Suparmanto di kabinet periode kedua Indonesia maju.

Menteri Lutfi adalah sosok yang tidak asing lagi di dunia pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai menteri perdagangan pada periode kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sekarang Jokowi menaruh harapannya kepada Lutfi untuk mewujudkan kerinduannya seperti kestabilan harga dan meningkatkan UMKM sehingga Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lainnya.

Menteri Lutfi merespon keinginan tersebut dengan membuat rancangan awal kerja yang bergerak di bagian ekspor dan impor. Bagian ini adalah bagian yang cukup berat karena terintegrasi dengan bagian yang lainnya.

 Ia harus bisa membuat hubungan Indonesia dengan negara-negara lain menjadi baik dan saling menguntungkan satu sama lain di dunia perdagangan, yang membutuhkan relasi dan strategi tinggi sehingga tidak terisolasi oleh kemajuan negara lain di negeri sendiri. 

Bukan hanya itu saja ia juga harus bisa membawa rakyat untuk menciptakan produksi yang unggul sehingga dapat bersaing dengan berbagai manca negara.

Polemik ekspor dan impor pada masa pandemi ini adalah masalah serius yang membuat Indonesia mengalami kesulitan. Setiap negara yang melakukan pembatasan secara ketat menjadi tantangan di Indonesia dalam meningkatkan perekonomian di bidang ekspor dan impor. 

Marketing Exabytes mengatakan bahwa menteri Agus Suparmanto, pada saat memberikan kuliah umum mengungkapkan "selama masa pandemi COVID-19 ini, seluruh Perwakilan Perdagangan RI yaitu Atase Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara termasuk Kamar Dagang, serta Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) kesulitan untuk melakukan pameran dan mengumpulkan para buyer (5/5/2020).

Menteri Lutfi, di awal kinerjanya sebagai kabinet Indonesia maju memberikan gambaran mengenai bagaimana ekspor dan impor yang akan berjalan di masa kepemimpinannya "dengan membuat tempat kerja menjadi transparan agar importir dan eksportir merasa nyaman akan suatu kepastian hukum, kepastian proses, suatu kepastian harga dan proses itu sendiri kalau ada ijin yang harus di bayar. Memastikan bahwa proses ini berjalan dengan baik. Dengan begitu importir dan eksportir mendapatkan yang terbaik dalam pelayanannya. Lalu membantu UMKM agar barang menjadi lebih kompetitif dipasar-pasar." Rabu (23/12/2020).

Pandangan yang dikemukakan oleh menteri Lutfi memperlihatkan bahwa ia memberikan sebuah solusi atas segala masalah yang terjadi selama ini. Namun, teori adalah teori jikalau tidak ada bukti. Masyarakat membutuhkan bukti bukan kepintaran memainkan teori.

Dunia perdagangan adalah dunia yang hampir dipenuhi oleh kegelapan. Menteri perdagangan adalah sosok pribadi yang berkerja bukan untuk diri sendiri melainkan untuk rakyat yang harus dilayani. Sehingga seringkali etos kerja untuk rakyat tidak terlihat di semua jabatan yang seperti ini melainkan di perusahaan yang ia jalani.

Di tengah keterpurukan rakyat di masa pandemi ini,  rakyat membutuhkan solusi yang membuat hidup rakyat lebih layak dari kehidupan sebelum pandemi. Kiranya menteri Lutfi memberikan sumbangsih terhadap negeri ini sehingga hidup rakyat lebih layak lagi bukan semakin terpuruk lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun