Mohon tunggu...
Olahraga

Pentingnya Komunikasi Olahraga

11 April 2019   05:51 Diperbarui: 11 April 2019   06:33 0 0 0 Mohon Tunggu...

Pentingnya Komunikasi Olahraga       Berhasilnya tim sepak bola Indonesia menjuarai piala AFF U-22 2019, menjadi perhatian masyarakat khususnya pecinta sepak bola, Setelah mengalahkan Thailand 2 - 1 di Stadion Nasional Phnom Panh,  Kamboja.

Faktor komunikasi tidak lepas dari contoh susksesnya timnas Indonesia,  komunikasi  interpersonal terus di bangun oleh pelatih  indra Sjafri dan manager tim dengan atlet binaannya. Terlepas dari suksesnya timnas Indonesia  tersebut, kita akan bahas pentingnya komunikasi olahraga.
 

Dalam teori ,komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian,dan lain - lain melalui penggunaan simbol -simbol,seperti kata - kata gambar, angka dan lain - lain  yang disampaikan oleh  Berelson dan Steiner, 1964 .
 

Demikian juga dalam organisasi keolahragaan ,salah satu hal terpenting yaitu Komunikasi. Tepatnya komunikasi interpersonal, yang sangat ditekankan dalam komunikasi  olahraga. Pada komunikasi interpersonal ,kita didorong untuk berkomunikasi antar peribadi yang   intensif . 

Seperti diutarakan oleh Joseph A. DeVito ( 1997 ) komunikasi interpersonal  adalah "The procces of sending and receiving messages betwen two persons, or among a small group of persons, with some effect and some immediate feedback" ( proses pengiriman dan penerimaan di antara dua orang atau di antara sekelompok kecil  atau orang  dengan  beberapa efek dan berupa umpan balik seketika) komunikasi interpersonal  merupakan komunikasi tatap muka sehingga mampu terjadi umpan balik dari orang yang menerimanya.

Pada induk organisasi olahraga ,ataupun organisasi lainnya seorang pemimpinan adalah orang yang dapat dicontoh dan ditiru oleh anggota lainnya. Dan dapat berkomumikasi secara interpersonal / antar pribadi, dan  tatap muka agar  terjadi umpan balik atau feedback. Sehingga tidak terjadi  komunikasi  yang negatif dengan bawahannya atau sebaliknya.

Mengelola organisasi yang kurang tepat  juga banyak terjadi, karena komunikasi interpersonal yang tidak berjalan dengan baik.

Bila kita tinjau dari sudut konunikasi, Ini dimulai dari adanya komunikasi antar pribadi yang kurang tepat.  Contoh, komunikasi olahraga yang dibangun bernada ajakan untuk memengaruhi  orang atau sekelompok orang  , dan akhirnya mereka mau diajak  kerjasama untuk berbuat kekeliruan . Ujung-ujungnya menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya alias korupsi di dalam organisasi keolahragaan.

Bila ditinjau dari efektivitas  Komunikasi interpersonal,ini mempunyai ciri-ciri, seperti diutarakan oleh Kumar tahun 2000, yaitu :
a.  Keterbukaan ( openess)
b.  Empati (empathy)
c.  Dukungan (supportivennes)
d.  Rosa positif (positiveness)
e.  Kesetaraan (akuality)

Teori  tersebut adalah ciri-ciri dari  komunikasi antar pribadi  ,dan  harus mempunyai hubungan antar pribadi di organisasi keolahragaan.  Dan komunikasi olahraga itu, bila dibangun dengan benar dan tepat maka kita yakin komunikasi antar pribadi / interpersonal menjadi penting dan bermanfaat. Bagi kepentingan organisasi olahraga, maupun atlet dalam mencapai prestasi olahraga yang sudah ditargetkan oleh pelatih dan manager  tentunya.
( oleh: JL.Telussa)