Mohon tunggu...
Juniarti
Juniarti Mohon Tunggu... Lestari

Pecinta Kuliner/Memasak, Fashion/Batik, Bahasa dan Bunga. Alumni PPS Pend. Bahasa UNJ

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Beasiswa Luar Negeri Pasca Covid

21 September 2020   19:06 Diperbarui: 21 September 2020   19:08 45 2 0 Mohon Tunggu...

Sebagaimana permasalahan yang dihadapi oleh perguruan tinggi di Indonesia di era pandemi, perguruan tinggi di luar negeri juga mengalami permasalahan yang hampir sama, bahkan bisa jadi lebih berat.

Karakteristik permasalahan atau krisis yang terjadi kali ini tentu saja berbeda, misalnya bila dibandingkan dengan masalah terorisme yang dihadapi beberapa negara dimana perguruan tinggi itu berada. Krisis suatu Negara secara umum akan berdampak juga terhadap bidang pendidikan khususnya dalam kebijakan penerimaan mahasiswa.   

Ketika Amerika Serikat mendapat serangan terorisme yang mereka sebut "Black September", mereka hanya membatasi jumlah dan melakukan seleksi lebih ketat terhadap kandidat, baik individual maupun negara asal calon mahasiswa. Namun krisis kali ini tidak sekadar masalah politis dan keamanan, tetapi juga ekonomi dan juga kesehatan.

Beberapa perguruan tinggi yang selama ini menjadi tujuan para pelajar atau mahasiswa Indonesia mengalami permasalahan yang serius khususnya masalah keuangan. Beberapa perguruan tinggi di Negara maju bahkan telah melakukan efisiensi dengan mengurangi skema pembiayaan tridharmanya termasuk mengurangi jumlah (baca: mem-PHK) tenaga pendidik dan terutama tenaga  kependidikan.

Bagaimana dengan Indonesia? 

Sungguh beruntung PTN di Indonesia karena pemerintah Indonesia menopang penuh dan ramah kepada PTN, sehingga di masa sulit seperti saat ini tidak banyak berpengaruh terhadap operasional tridharma. Bahkan PTN besar masih menjaring mahasiswa baru dengan kapasitas maksimal.

Tentu kondisi PTN berbeda dialami PTS. Walaupun telah ada bantuan SPP untuk mahasiswa semester 3, 5 dan 7, namun masih cukup banyak PTS yang mengalami kesulitan. Jumlah mahasiswa baru turun, harus mendiskon gaji dosen dan pegawai  serta menghadapi tuntutan penurunan SPP dari mahasiswa dan pembayaran SPP yg tertunda.

Kembali ke masalah beasiswa,  saat ini terdapat sekitar 9.900 awardee (penerima) beasiswa LPDP dan sekitar 4.000 mahasiswa baru setiap tahunnya. Namun dalam tiga tahun terakhir ini Indonesia telah mengurangi jumlah alokasi dana dan jumlah penerima beasiswa baik dalam negeri dan terutama luar negeri. 

Cukup banyak calon penerima beasiswa Pascasarjana khususnya program Doktor yang telah terlanjur diterima dan belajar tetapi urung atau tidak mendapat alokasi pembiayaan beasiswa pemerintah, baik dari Kemdikbud atau LPDP. 

Dengan kondisi seperti ini hampir dipastikan bahwa pemerintah dalam masa dan pasca pandemi akan mengurangi atau bahkan menghentikan pemberian beasiswa luar negeri untuk mahasiswa baru dan hanya akan menyelesaikan beasiswa on-going.

Ibarat "tumbu oleh tutup", maka kloplah permasalahan ini. Perguruan tinggi di luar negeri sebagai penerima mahasiswa mengalami kesulitan dalam berbagai hal, dan kita sebagai negara pengirim tidak ada alokasi dana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x