Mohon tunggu...
Elen Pakpahan
Elen Pakpahan Mohon Tunggu... Guru - Guru Bahasa Indonesia SD Candle Tree Serpong

belajar mengajar, menulis dengan optimis, bercerita dengan kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Keluarga: Tempatnya Berbagi Cinta

10 Desember 2022   20:22 Diperbarui: 10 Desember 2022   22:08 267
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Memperbaiki genteng bocor (dok.pri)

Dalam sebuah keluarga, harus ada cinta. Tugas dan tanggung jawab dibagi dan dikerjakan bersama. Susah senang, suka duka, bahagia menderita, nikmati bersama.

Sebelum masuk dalam bahtera perkawinan, calon suami dan istri sudah seharusnya membicarakan apa kewajiban dan hak masing-masing.  Jangan sampai ketika janji nikah terucap, hidup berkeluarga dijalani, lantas masalah demi masalah menghampiri, tidak punya solusi.

Idealnya suami akan mencari nafkah dan mencukupi kebutuhan keluarga, sementara istri berkewajiban melayani suami dan mengurus rumah tangga. 

Bagaimana dengan anak-anak? Siapa yang berkewajiban mengurusnya? Apakah istri karena lebih banyak waktunya di rumah? Bagaimana kalau istri juga bekerja di luar rumah jadi wanita karir? Apakah suami yang harus mengurus anak karena kedudukannya yang dianggap harus lebih dihormati?

Anak-anak hadir dalam keluarga karena adanya cinta orang tua mereka. Bikinnya berdua, ayah dan ibu, papa dan mama, papi dan mami, atau apapun sebutannya. Jadi kewajiban mengurus anak-anak pun juga harus bersama. Tidak ada suami yang lebih berkuasa di rumah atau sebaliknya. Bagaimana pun mereka butuh cinta dan kasih sayang yang seimbang. 

Bagaimana dengan tugas memasak, mencuci piring, menyapu, mengepel lantai, laundry, dan menyetrika pakaian? Sebaiknya diskusikan. Jika memiliki dana lebih, merekrut asisten rumah tangga bisa jadi solusi. Tapi jika tidak, suami dan istri harus kompromi. 

Zaman sekarang, banyak suami istri yang sama-sama bekerja, saat sore sepulang dari kantor berbagi tugas dengan pasangannya. Suami memasak karena punya keahlian menyajikan makanan dibanding istrinya. Sementara istri mengurus laundry, agar esok hari baju berganti. Atau saat genteng bocor, suami naik ke atas rumah memperbaiki, sementara istri sanggup mengganti lampu yang putus sekringnya. 

Intinya, berbagi dalam cinta dan kasih sayang tidak akan rugi. Ingat pepatah yang berkata: 

Ke bukit sama didaki, ke lurah sama dituruni.

Dalam konteks keluarga, maksudnya persahabatan suami istri haruslah intim dan karib. 

Suami istri (dok.pri)
Suami istri (dok.pri)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun