Mohon tunggu...
Junaedi SE
Junaedi SE Mohon Tunggu... Wiraswasta - Crew Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID)

Penulis Lepas, suka kelepasan, humoris, baik hati dan tidak sombong.

Selanjutnya

Tutup

Teknologi

Internet Kencang, Seisi Rumah Jadi Senang

24 Juli 2021   09:45 Diperbarui: 24 Juli 2021   10:07 63 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Internet Kencang, Seisi Rumah Jadi Senang
Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Jcomp

Begitu urgennya internet menjadi  kebutuhan pokok bagi manusia di era digitalisasi. Bahkan ada salah satu kalimat yang berbunyi : harta, tahta dan kuota. Seakan hidup manusia terasa hampa bila tidak memiliki kuota internet. Tetapi bagi suatu keluarga, yang selalu bergantung pada jaringan dan kuota internet, pilihan kartu dengan jaringan kuat menjadi prioritasnya. Tetapi ketika pilihan sudah jatuh pada kartu dengan layanan jaringan internet yang kuat sudah pasti harganya mahal. Ada rupa barang. Ada kulaitas ada harga. Demikian hukum demand dan supply.

Tetapi, selalu saja ada persoalan -- persoalan baru ketika kita memilih layanan internet. Ada layanan cepat, tetapi cepat habis kuotanya. Ada layanan sedang -- sedang saja, tetapi cepat habis kuotanya juga ada. Ada juga layanan yang muter -- muter terus, sampai membuat marah si pengguna internet, iya tentu karena pilihannya pada paket kuota internet bulanan. Kami satu keluarga, empat orang semuanya menggunakan kuota internet. Setelah kita hitung anggaran untuk membeli kuota saja, borosnya minta. Terutama anak lelaki saya, yang paling besar.

Kebutuhan internetnya sangat tinggi, karena digunakan untuk membuat narasi konten video. Kata anak saya, butuh kecepatan yang tinggi untuk mengedit sebuah konten vidoe. Belum lagi, istri saya yang berprofesi sebagai guru butuh jaringan yang kuat ketika pembelajaran jarak jauh via zoom meeting. Anak perempuan saya, yang maish duduk di kelas 7 (SMP) mebutuhkan jaringan internet untuk kebutuhan pembelajaran jarak jauh, untuk mengerjakan tugas via google classroom. Kalau saya sih, tidak perlu jaringan yang kuat, asalkan bisa internet untuk mengirimkan artikel/tulisan di beyond blogger kompasiana.com bagi saya sudah cukup.

Akhirnya, setelah kami pikir masak -- masak, kami sepakat untuk memasangan jaringan Wifi di rumah kami. Atas saran teman, yang kebetulan lebih dulu menggunakan wifi, saya disuruh memakai indihome. Saya dikasih CP Indihome oleh teman saya. Kemudian saya tindak lanjuti dengan menelpon CP Indihome  yang dikasih teman saya. Setelah saya berkomunikasi dengan CP Indihome, tentang titik lokasi  rumah saya dan setelah dilakukan ternyata jaringan sudah penuh. Kemudian saya cari informasi provider terdekat dengana titik lokasi rumah saya.

Oleh salah satu teman, saya dikasih CP Provider Menara Selatan, setelah saya konfirmasi dan pengecekan titik lokasi rumah saya, kata petugas teknis lapangannya lokasi rumah bapak menabrak gedung kampus ISI, sehingga diperlukan tiang yang terlalu tinggi dan tambahan biayanya cukup mahal. Akhirnya, atas saran petugas teknis lapangan saya disarankan memakai provider WaveNet. Kebetulan tetangga saya sudah ada yang lebih dulu menggunakan provider WaveNet tersebut. Sebelumnya, saya sempat menanyakan terkait kelebihan dan kekurangan WaveNet pada tetangga saya. Setelah saya mengetahui tentang kelebihan dan kekurangan layanan WaveNet saya semakin mantap untuk memakai jasa layanan WaveNet.

Sejak saya sekeluarga memakai provider WaveNet, kami dapat mereduce (efisiensi) cost untuk anggaran membeli kuota internet per bulan. Lumayan ada sisa uang, yang bisa kami sisihkan sekedar untuk menutup di pos anggaran keluarga lainnya. Sekarang, anak lelaki saya jarang mengeluhkan tentang jaringan internet yang tadinya suka muter -- muter dan suka marah -- marah sendiri ketika sedang mengedit konten video. Istri saya, juga lancar -- lancar melakukan pembejaran jarak jauh via zoom meeting dari rumah. Anak perempuan jarang  mengalami kendala internet dalam mengirimkan tugas melalui google classroom. Saya jadi sering menulis di kompasiana.com. Intinya :  Internet Kencang, Seisi Rumah  Jadi Senang.

JUNAEDI, S.E., Tim Media Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID).

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN