Mohon tunggu...
Junaedi SE
Junaedi SE Mohon Tunggu... Wiraswasta - Crew Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID)

Penulis Lepas, suka kelepasan, humoris, baik hati dan tidak sombong.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Anak Bukan Barang Mainan, Anak Harus Bermain

23 Juli 2021   18:12 Diperbarui: 23 Juli 2021   18:47 82 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Anak Bukan Barang Mainan, Anak Harus Bermain
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Tema Hari Anak Nasional tahun 2021 adalah Anak Terlindungi, Indonesia Maju. Dengan tagline #AnakPeduliDimasaPandemi. Hari Anak Nasional (HAN) diperingati pada 23 Juli setiap tahunnya. Pelaksanaan HAN tahun 2021 memiliki tantangan tersendiri karena diperingati pada masa pandemi Covid -19 dengan tujuan sebagai bentuk penghormatan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa.

Menurut wikipedia, definisi anak (jamak : anak -- anak) adalah seorang lelaki atau perempuan yang belum dewasa atau belum mengalami masa pubertas. Menurut psikologi, anak adalah periode perkembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah, kemudian berkembang setara dengan tahun sekolah dasar.

Berdasarkan UU Peradilan Anak. Anak dalam UU. No 3 tahun 1997 tercantum dalam pasal 1 ayat (2) yang berbunyi : "Anak adalah orang dalam perkara anak nakal yang telah mencapai umur 8 (delapan) tahun tetapi belum umur 18 (delapan belas) tahun dan belum pernah menikah.  Ada empat hak dasar anak yang harus kita  tahu yaitu hak untuk hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang, hak untuk dilindungi dan hak untuk berpartisipasi.

Bagaimana empat hak dasar anak di masa pandemi Covid -- 19 dapat  terpenuhi semuanya, sementara para orang tuanya terkena dampak akibat pandemi Covid -- 19. Disamping empat hak dasar anak, hampir semua anak di Indonesia memiliki habitus suka bermain. Bahkan ada suatu ungkapan dalam bahasa Jawa yang berbunyi,"anak dudu dolanan, anak kudu dolanan". Artinya bahwa anak bukan barang mainan, anak harus bermain. 

 Tetapi, saat ini dimana anak -- anak hidup ditengah -- tengah masa pandemi Covid -- 19, apakah ruang untuk bermain anak ikut terdampak akibat kebijakan perpanjangan PPKM Darurat. Di mana ruang -- ruang bermain bersama teman yang sebaya ikut terdampak. Mulai dari tidak diperbolehkannya sekolah tatap muka, dibatasinya interaksi dengan teman sebayanya, tidak diperbolehkannya berkerumun, dan dibatasinya mobilitas warga.

Dampaknya, adalah game from home (GFH) melalui gadget, i-phone, hp android. Karena dalam masa anak -- anak adalah masa -- masa untuk bermain. Ketika titik -- titik tempat untuk bermain dilarang maka pelariannya hanya kepada gadget. Selanjutnya, ketika ruang untuk bermain hanya terbuka di dalam rumah, maka tugas dan tanggung jawab seterusnya, menjadi pekerjaan rumah para orang tua. Orang tua, harus sabar mengedukasi anak -- anaknya agar fiture -- fiture applikasi yang ada gadget dapat digunakan secara baik dan benar.

Misalnya saja, sesekali anak di ajari tentang dolanan anak tradisional yang mengandung nilai filosofinya, bagaimana cara memainkannya, bagaimana menyanyikan  lagunya. Sesekali orang tua juga terlibat langsung untuk menemani dan sekedar memberikan contoh cara memainkan dolanan anak. Berilah pemahaman bahwa dolanan anak tradisional itu menarik dibandingkan game on line. Karena dalam dolanan anak tradisional ada perpaduan wirama, wiraga, wicara dan wirasa. Wirama adalah irama, wiraga adalah gerak, wicara adalah bicara dan wirasa adalah rasa.

Di masa pandemi Covid -- 19, seyogyanya anak perlu diberi contoh oleh para orang tua tentang pentingnya selalu memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Para orang tua, jangan lupa mengajari anaknya dengan selalu memberi contoh. Setelah diberi contoh maka lama -- lama anak -- anak akan terbiasa dengan protokol kesehatan dengan sendirinya. Jangan tinggalkan anak -- anak kita di masa pandemi Covid -- 19. Selamat hari anak nasional. Anak bukan barang mainan, yang bisa di mainkan sesuka hati kita . Anak harus bermain. Jangan sampai seperti ungkapan seperti ini :  "masa kecil anda kurang bahagia".

JUNAEDI, S.E.,Tim Media Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID).

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN