Mohon tunggu...
Junaedi SE
Junaedi SE Mohon Tunggu... Wiraswasta - Crew Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID)

Penulis Lepas, suka kelepasan, humoris, baik hati dan tidak sombong.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bahayanya Pemikiran Khawarij terhadap Radikalisme dan Terorisme

9 Juli 2021   07:59 Diperbarui: 9 Juli 2021   08:08 232 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bahayanya Pemikiran Khawarij terhadap Radikalisme dan Terorisme
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Sejarah Radikalisme dan awal mula munculnya teroris , sejak tahun 1800-an mulai masuk dengan  ber-'grade-grade' gerakan radikalisme, dimulai dengan  radikal teologi tanpa tindakan , yaitu :

1.  WAHABI

     Ajaran Wahabi ini, mengajak umat islam untuk melakukan sesuatu yang mereka anggap bid'ah tetapi dengan cara santun tanpa caci maki atau ucapan kotor. Ajaran ini membid'ahkan Maulid Nabi, Isro Mi'roj, ziarah kubur. Ulama WAHABI mengajak umat islam dengan santun  tanpa caci maki : "Jangan Maulid Nabi ya karena bid'ah, jangan ziarah kubur ya karena musyrik". Wahabi adalah gerakan pembaruan dan pmurnian Islam yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman at --Tamini  (1115-1206 H/1703-11792) dari Najd , Semenanjung Arabia. Istilah Wahabi telah dikenal semasa Ibn Abdul Wahab hidup, tapi bukan inisiatif dirinya melainkan dari lawan-lawannya. Ini berati,  istilah Wahabi merupakan bagian dari rangkaian stigma terhadap gerakannya. Kaum Wahabi mengklaim sebagai muslim yang berkiblat pada ajaran Islam yang pure, murni. Mereka juga sering menamakan diri sebagai muwahiddun, yang berarti pendukung ajaran yang memurnikan keesaan Allah (tauhid). Tetapi mereka juga menyatakan bahwa mereka bukanlah sebuah madzab atau kelompok aliran islam baru, tetapi hanya mengikuti seruan (dakwah) untuk mengimplementasikan ajaran iaslam yang  (paling) benar.

2.  SALAFI

      Paham ini masuk pertama kali di Yaman oleh Syekh Mukbin Ad Damaj. Ajaran Salafi lebih keras daripada WAHABI, karena melarang menuju  yuritime (yuritisasi) ajaran Islam dengan dibarengi caci maki. Ajaran  JIHADI menghalalkan  untuk membunuh non muslim  beserta tempat ibadahnya harus dimusnahkan.

3.  TAKFIRI

      Ajaran dari jama'ah  Takfirah Hijrah dibawa oleh Sukri Ahmad Musthofa pada tahun 1969 di Mesir. Paham ini mengkafirkan semua orang kecuali mereka yang tidak kafir. Kelompok ini yang membunuh Presiden  Anwar Sadat pada tanggal 3 Oktober 1981, membunuh Menteri Agama Mesir Syekh Husein Ad Dahabi yang mempunyai kitab At -Tafsirin Mufassirun, dan wartawan Yusuf Siba' dari Sinai Al Ahrom. Kemudian jama'ah ini dihabisi oleh Presiden Mesir Hosni Mubarak, tetapi beberapa pengikutnya lari ke bukit Sinai, dan karena luasnya bukit Sinai kelompok masih bersembunyi  di lembah-lembah dan di gua-gua. Di Indonesia ada yang seperti ini, menganggap NU kafir, Muhammadiyah kafir , PERTI kafir, Al Irsyad kafir karena mendukung negara yang tidak Islam mendukung  Pancasila dan UUD 1945, dan pemerintah Indonesia karena tidak berdasarkan ajaran Islam maka pemerintah Indoensia dinaggap kafir dan thoghut/berhala. 

       Cara berfikir kelompok ini, persis seperti Abdur Rahman bin Muljam dengan dalih : "Barangsiapa tidak melaksanakan  hukum Allah brrarti kafir, yang menghalalkan darah sayyidina Ali bin Abi Thalib, karena Sayyidina Ali bin Abi Thalib dalam memutuskan  masalah menggunakan cara musyawarah. Musyawarh ini dianggap hukum manusia bukan hukum Allah SWT. Sehingga akhirnya Abdur Rahamn bin Muljam ini membunuh Sayyidana Ali bin Abi Thalib. Kelompok  ini lebh dikenal dengan KHAWARIJ. Suatu ketika di Masjid Madinah sahabat berkumpul menceritakan ada seorang pemuda yang rajin ibadah, rajin shalat , sholih.  Nabi Muhammad pun mendengarkan, " Saya belum pernah melihat siapa orangnya, orangnya mana?'. Pada saat yang bersamaan pemuda itu datang, dan para sahabat menunujukkan kepada Nabi, dan berkata :" Itu orangnya." Nabi melihat mukanya, ada atsar dari tangannya Syaitan dan pemuda ini tidak mengucapkan salam kepada Nabi malah langsung shalat.

        Kemudian Nabi mengajak para sahabat masuk ke ruangan, dan berkata kapada para sahabat : "Siapa yang akan membunuhnya, karena dia sumber fitnah di kemudian hari?"  Kemudian Abu Bakar menjawab, " saya yang akan membunuhnya.  Tetapi ketika Abu Bakar mendatanginya dia baru shalat, dan Abu Bakar mengatakannya kepada Nabi. Kemudian Nabi menyuruh Ali untuk membunuhnya, tetapi pemuda itu sudah tidak ada. Kemudian Nabi berkata kepada Ali, "nanti Ali, kamu yang akan membunuh dia". Dan benar saja ketika terjadi perang dengan kaum Khawarij di Haruro', dia terbunuh dengan bercirikan seorang lelaki yang memiliki buah dada besar seperti yang dikatakan Nabi kepada sahabat Ali.

          Dalam perang dengan kaum Khawarij, dipihak  sahabat Ali yang terbunuh tidak lebih dari sepuluh orang sementara di pihak khawarij yang selamat tidak lebih dari sepuluh orang. Kemudian  dari beberapa khawarij yang selamat dua orang pergi ke Bahrain, dua orang pergi ke Oman dan dua orang pergi ke  Afrika Utara. Barangakali jarang yang mengetahui  sejarah ini, silahkan dapat dilihat pada hadits Baihaqi atau sanad  Abu Ya'la. Walaupun secara Madzab KHAWARIJ sudah tidak ada, tetapi cara berfikir KHAWARIJ mengkafir-kafirkan orang sangat berbahaya terhadap gerakan radikalisme dan terorisme.

           Sebagian besar pengaji sejarah Islam mendefiniskan sebagai kelompok yang keluar dari barisan pendukung Khalifah Ali bin Abi Thalib setelah terjadinya arbitrase (tahkim) dua kubu antara pendukung Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan pendukung Mu'awiyah pada waktu terjadinya Perang Siffin. Hasil akhir arbitrase ini memenangkan pihak Mua'wiyah sehingga diangkatlah Mu'awiyah sebagi Khalifah selanjutnya. Ali bin Abi Thalib tanpa enggan mempertahankan statusnya lagi sebagai Khalifah pasca-arbitrase ini. Hal ini membuat banyak orang dari kubu Ali bin Abi Thalib kecewa sehingga memisahkan diri dari kelompok Ali dan mulai memerangi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan