Mohon tunggu...
Jumari Haryadi Kohar
Jumari Haryadi Kohar Mohon Tunggu... Penulis, trainer, dan motivator

Jumari Haryadi atau biasa disebut J.Haryadi adalah seorang penulis, trainer kepenulisan, dan juga seorang motivator. Pria berdarah Kediri (Jawa Timur) dan Baturaja (Sumatera Selatan) ini memiliki hobi membaca, menulis, fotografi, dan traveling. Suami dari R.Yanty Heryanty ini memilih profesi sebagai penulis karena menulis adalah passion-nya. Bagi J.Haryadi, menulis sudah menyatu dalam jiwanya. Sehari saja tidak menulis, maka dirinya akan merasa ada sesuatu yang tidak lengkap. Oleh sebab itu pria berpostur tinggi 178 Cm ini akan selalu berusaha menulis setiap hari untuk memenuhi nutrisi jiwanya yang haus terhadap ilmu. Dunia menulis sudah dirintisnya secara profesional sejak 2007. Meskipun relatif belum lama, tetapi J.Haryadi sudah berhasil menerbitkan puluhan buku dan ratusan artikel buah karyanya. Selain itu, ayah empat anak ini pun sering membantu kliennya menulis buku, baik sebagai editor, co-writer, maupun sebagai ghostwriter. Jika Anda butuh jasa profesionalnya dihidang kepenulisan, bisa menghubunginya melalui HP/WA: 0852-1726-0169 No GoPay: +6285217260169

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Artikel Utama

Tanpa Nama adalah Nama

5 Februari 2020   00:45 Diperbarui: 5 Februari 2020   17:32 379 15 6 Mohon Tunggu...
Tanpa Nama adalah Nama
Rumah Makan Tanpa Nama (Sumber: J.Haryadi)

Apalah arti sebuah nama? Demikian sebuah pepatah yang acap kali pernah kita dengar. Pepatah tersebut keluar dari seorang pujangga termashur asal Inggris, William Shakespeare (26 April 1564-23 April 1616).

Kita semua pasti paham betapa pentingnya sebuah nama. Orang rela membuka berbagai kamus berjam-jam demi mencari nama yang memiliki makna terbaik. Bahkan, menelusuri dunia maya dengan bertanya ke Mbah Google.

Lantas, mengapa William Shakespeare mengatakan,"What's in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet."

Apa yang dikatakan Pujangga Inggris tersebut ada benarnya. Mungkin itu berlaku untuk tanaman, bukan buat manusia. Sekuntum bunga mawar yang indah dan wangi, mau kita beri nama apapun ia akan tetap seperti itu. Tak ada yang berubah.

Bagi manusia, nama adalah sebuah doa atau harapan. Oleh sebab itu pemberian nama seharusnya memiliki makna yang baik sehingga bisa menjadi motivasi dan menjadi kebanggaan bagi penyandangnya.

Ah, kok jadi ngelantur begini? Sebenarnya saya bukan bermaksud ingin membahas soal nama yang baik atau buruk, melainkan tentang makna dari sebuah tulisan. Saya tergelitik ingin membahasnya karena cukup menarik.

Kebetulan ketika saya sedang berjalan secara tidak sengaja menemukan sebuah rumah makan sederhana dengan label Rumah Makan "Tanpa Nama". Lokasinya terletak di Jalan Soekarno-Hatta (By Pass), Kota Bandung.

Mungkin maksud pemilik rumah makan masakan Padang tersebut adalah tempat usahanya tidak diberinya nama alias polos. Namun, caranya menurut saya salah. 

Seharusnya dia cukup menuliskannya "Rumah Makan" masakan Padang karena memang hanya jenis masakan itu yang dijualnya, bukan dengan menuliskan "Rumah Makan Tanpa Nama" masakan Padang".

Menurut saya, kata "Tanpa Nama" sebenarnya adalah nama itu sendiri. Kalau maksudnya tanpa nama, semustinya tanpa ada kata tambahan setelah kata "Rumah Makan".

Justru pemberian tanpa nama yang tepat seperti yang ditunjukkan aplikasi Google Map. Ketika saya menerima chat dari seorang sahabat yang sedang dalam perjalanan, dia mengirim peta lokasi posisinya sekarang dengan aplikasi tersebut. 

Ternyata lokasinya tak ada namanya. Tanda bulatan merah berbentuk balon terbang dengan titik hitam di tengahnya itu benar-benar tanpa keterangan apapun.

Google Map lokasi teman (Sumber: Adrie Mesapati)
Google Map lokasi teman (Sumber: Adrie Mesapati)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x