Ardan
Ardan Karyawan Swasta

Sehari-hari SEO Content Writer, akhir pekan ngeblog di jumardanm.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Bukan Hanya Kita, Pengemudi Ojol Juga Butuh Air Putih

9 November 2018   22:19 Diperbarui: 10 November 2018   22:30 1036 11 11
Bukan Hanya Kita, Pengemudi Ojol Juga Butuh Air Putih
Ilustrasi @jumardanm

"Air minum cuma tiga ribu perak, Pak. Dibandingkan pengobatan pasti jauh lebih mahal. Gak sanggup saya," ujar Iyan, seorang pengemudi ojek daring.

Langit perlahan berubah gelap. Lampu-lampu di rimbunan gedung kitaran Rasuna Said mulai menyala. Jalanan terlihat lengang. Hanya dua tiga kendaraan yang melintas. Saya yang baru turun dari gedung berlantai 32 harus menunggu kurang lebih 45 menit sebelum mendapatkan pengemudi.

Pasalnya, aplikasi transportasi yang saya gunakan berputar-putar tidak secepat biasanya.

"Saya di depan Cyber 2 ya, Bang. Di pinggir jalan."

"Bentar Pak, mutar dulu."

Pembelokan yang jauh membuat saya harus menunggu lebih lama lagi. Setelah dua kali memesan, baru kali ini saya mendapat respons.
Situasi ini bukan tanpa alasan. Waktu yang tidak tepat di mana hari itu adalah hari Minggu. Tentu saja, Rasuna Said tidak akan seramai hari kerja.

Hasilnya, pengemudi ojek yang berada di daerah tersebut pun berkurang.

Kedua adalah saya yang bersikeras untuk memanfaatkan promo termurah yang ditawarkan aplikasi sehingga beberapa pengemudi barangkali tidak mengambil pesanan saya. Maklum, jarak dari Rasuna Said ke Tomang tidak dekat.

Masalah harga memang acap kali jadi soal. Syukur, saya diselamatkan oleh Iyan.

Berapa Banyak Air yang Harus Diminum Setiap Hari?

Ilustrasi @jumardanm
Ilustrasi @jumardanm
Iyan berhenti beberapa langkah dari tempat saya berdiri. Dia merogoh ponselnya, sambil sesekali menengok kiri dan ke depan. Saya mendatanginya, meraih helm, dan melompat ke sadel belakang.

Sayangnya, dia tidak segera jalan. Diraihnya botol air mineral, diteguk, lalu memutar setengah badannya, "Sudah siap, Pak?"

Kami memasuki Jalan Prof. Dr. Satrio, sayup-sayup suara adzan berkumandang, malam menjelang. Cuaca di daerah tersebut tampak bersahaja. Hari itu matahari memang tidak terlalu terik.

Data Badan Meteorologi, Krematologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa rata-rata suhu terendah udara di DKI Jakarta dari Juli hingga Oktober 2018 adalah 25 derajat celcius, sedangkan suhu tertingginya mencapai 32 derajat celcius.

"Di motor tiap hari bawa 5 botol minum gede, Pak," aku pria yang telah berprofesi sebagai pengemudi daring selama 3 tahun ini.

"Air mineral yang 1500 ml itu?" saya penasaran.

"Iya, Pak."

Dia harus berada di jalanan setiap hari dari pukul 6 pagi hingga 9 malam. Pada pukul 12 siang, pria berusia 36 tahun ini akan mengambil jeda sejam untuk makan dan istirahat.

"Saya belinya per kardus, jadi lebih hemat. Kalau per botol, hitung-hitungannya mahal."

Hal ini mengingatkan saya pada seorang pengemudi lain, Husein, 47 tahun. Meskipun dia berlatar belakang pendidikan gizi, pria asal Fakfak, Papua Barat ini mengaku hanya meminum 2 botol air mineral ukuran 600 ml selama berkendara seharian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3