Mohon tunggu...
Juli Aisyah
Juli Aisyah Mohon Tunggu...

Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Institut Teknologi Telkom, Bandung. Berada di lingkungan pendidikan yang cukup kondusif dan penuh seni. Seseorang yang sedang aktif di KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dan sedang berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta menebarkan manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Istana Kadriah, Tempat Bersejarah di Pontianak

30 Oktober 2018   16:30 Diperbarui: 30 Oktober 2018   16:46 0 2 0 Mohon Tunggu...
Istana Kadriah, Tempat Bersejarah di Pontianak
dokpri

Pada hari Senin (10/11/2014) aku dan beberapa teman training yaitu Yetty, Yuli, Yeni, Teh Roro, Teh Meli, Kang Tri dan Kang Taufan menapaki kota Pontianak dan tempat bersejarah yang ada disana. Tepat pukul 15.42, langkah kami pun terhenti pada sebuah tempat bersejarah yakni Istana Kadriah Kesultanan Pontianak.

Istana Kadriah terletak di Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Istana ini didirikan oleh Sultan pertama Pontianak yaitu Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pada tahun 1771 M/1185 H dan berada di dekat pertemuan tiga sungai yaitu Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar. Secara historis, Istana Kadriah ini mulai dibangun pada tahun 1771 M dan baru selesai pada tahun 1778 M. 

Istana ini berukuran 60 x 25 meter yang terbuat dari kayu pilihan. Di sisi depan istana, terdapat meriam kuno buatan Portugis dan Perancis. Dari halaman depan istana terdapat anjungan, yaitu ruangan yang menjorok ke depan dan biasanya digunakan sultan sebagai tempat istirahat untuk menikmati keindahan panorama Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Selain itu juga terdapat sebuah genta yang dulunya berfungsi sebagai alat penanda marabahaya.

Di samping kanan anjungan, terdapat sebuah tangga yang menghubungkan teras istana dengan anjungan. Di atas pintu utama istana, terdapat hiasan mahkota serta tiga ornamen bulan dan bintang sebagai tanda bahwa Kesultanan Pontianak merupakan Kesultanan Islam. 

Balai pertemuan yang ada di Istana (sering juga disebut dengan "Balairung") didominasi oleh warna kuning yang dalam tradisi Melayu melambangkan kewibawaan dan ketinggian budi pekerti. 

Ruang ini biasanya dijadikan tempat melakukan upacara keagamaan dan menerima tamu. Tak hanya itu, di Balairung ini kita juga dapat melihat foto-foto Sultan Pontianak, lambang kesultanan, lampu hias, kipas angin, serta singgasana sultan dan permaisuri.

Di sebelah kanan dan kiri ruang utama terdapat 6 kamar berukuran 4 x 3,5 meter dimana salah satunya merupakan kamar tidur sultan. Sedangkan kamar-kamar lainnya dahulunya dijadikan sebagai ruang makan dan kamar mandi. 

Di belakang ruang istana terdapat sebuah ruangan yang cukup besar. Di ruangan ini terdapat benda-benda warisan Kesultanan Pontianak, seperti senjata, pakaian sultan dan permaisurinya, koleksi benda-benda bersejarah yang cukup lengkap, beragam perhiasan yang digunakan secara turun temurun, benda-benda kuno, barang pecah belah dan juga arca-arca. 

Istana ini juga masih menyimpan berbagai macam benda peninggalan seperti Kaca Pecah Seribu, Al-Quran tulisan tangan, dan salasilah keturunan Sultan Pontianak.

 Istana Kadriah merupakan cikal-bakal lahirnya Kota Pontianak. Letaknya berada di dekat pusat Kota Pontianak dan dapat dijangkau melalui jalur sungai dan jalur darat. Bila memilih jalur sungai, maka dapat diakses dengan menggunakan sampan atau speed boat dari Pelabuhan Senghie. 

Bila memilih jalur darat, maka dapat diakses dengan bus yang melewati jembatan Sungai Kapuas atau mobil pribadi. Selain itu, di sekitar kawasan Istana Kadriah juga terdapat fasilitas seperti restoran terapung, warung makan, pramuwisata, kios wartel, voucher isi ulang pulsa, sentra cinderamata, serta persewaan sampan dan speed boat untuk mengelilingi kawasan istana.