Mohon tunggu...
Jujun Junaedi
Jujun Junaedi Mohon Tunggu... Penulis dan Pendidik dari Bandung 31324

Pendidik dan pemerhati lingkungan. Aktif mengedukasi di sekolah berwawasan lingkungan di Kota Bandung sejak 1997

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Inti Keintiman Pernikahan: Mengapa Kita Tidak Belajar Membaca Antara Baris Perasaan?

18 April 2025   19:52 Diperbarui: 18 April 2025   19:52 204
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi - Pasangan suami istri. | Image by Unsplash.com/Ahmad Mufti

Dalam ikatan pernikahan, keintiman sering dianggap sebagai puncak kedekatan antara suami dan istri. Namun, keintiman yang sesungguhnya tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang hubungan emosional yang mendalam. Ini berarti kemampuan untuk saling memahami, merasakan apa yang dirasakan pasangan, bahkan ketika mereka tidak mengatakannya secara langsung. 

Pertanyaan penting yang muncul adalah mengapa kita seringkali kesulitan belajar membaca "antara baris perasaan" pasangan kita dalam pernikahan? Mengapa kita lebih fokus pada kata-kata yang diucapkan saja, padahal emosi dan kebutuhan seringkali tersembunyi di baliknya?

Ketidakmampuan untuk memahami sinyal-sinyal nonverbal, perubahan suasana hati, atau kebutuhan yang tidak terucapkan bisa menjadi masalah dalam pernikahan. Hal ini bisa menyebabkan kesalahpahaman dan jarak emosional. Padahal, komunikasi yang jujur seringkali terlihat dari bahasa tubuh, nada bicara, atau bahkan keheningan. 

Belajar membaca "antara baris perasaan" berarti berusaha lebih peka terhadap hal-hal ini, mencoba merasakan apa yang dirasakan pasangan, dan memberikan respons yang sesuai tanpa harus diminta. Artikel ini akan membahas mengapa kemampuan ini sangat penting dalam pernikahan dan bagaimana kita bisa meningkatkannya.

Keintiman Emosional: Fondasi Kuat dalam Pernikahan

Keintiman emosional adalah dasar yang kokoh bagi pernikahan yang bahagia dan bertahan lama. Lebih dari sekadar hubungan fisik, keintiman emosional melibatkan kedekatan hati dan pikiran antara suami dan istri. Ketika pasangan merasa terhubung secara emosional, mereka merasa aman, dihargai, dan dipahami. 

Kepercayaan menjadi pilar utama dalam membangun keintiman ini, di mana setiap individu merasa nyaman untuk berbagi perasaan, pikiran, dan kerentanan tanpa takut dihakimi. Keterbukaan juga memegang peranan penting, memungkinkan komunikasi yang jujur dan mendalam tentang berbagai aspek kehidupan, baik suka maupun duka.

Pernikahan yang kaya akan keintiman emosional cenderung lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Ketika suami dan istri merasa saling dipahami dan didukung secara emosional, mereka lebih mampu bekerja sama sebagai tim dalam mengatasi masalah. 

Keintiman emosional menciptakan rasa aman dan belonging, di mana setiap individu merasa memiliki tempat berlindung dan dukungan tanpa syarat dari pasangannya. Hal ini secara langsung berkontribusi pada tingkat kepuasan pernikahan yang lebih tinggi, karena kebutuhan emosional dasar untuk dipahami dan dicintai terpenuhi dengan baik.

Mengenali Bahasa Nonverbal Pasangan

Memahami bahasa nonverbal pasangan adalah kunci penting untuk membaca antara baris perasaan dalam pernikahan. Tindakan dan ekspresi tanpa kata seringkali menyampaikan lebih banyak daripada ucapan verbal. Misalnya, perubahan ekspresi wajah sekecil apapun, seperti kerutan dahi atau senyuman tipis, bisa menjadi petunjuk suasana hati atau pikiran pasangan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun