Juito Ndasung
Juito Ndasung

Nama: Donatus Juito Ndasung biasa dipanggil Itho TTL : Manggarai Dalo Flores-NTT 25-03-95 sekarang, kuliah di STKIP St. Paulus Ruteng Motto Hidup : jangan berhenti berpikir dan terus berharap meraih mimpi yang belum terwujud.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Forum Perguruan Tinggi Manggarai lakukan aksi damai (Bela Negara)

11 Mei 2017   15:32 Diperbarui: 11 Mei 2017   15:45 172 0 0
Forum Perguruan Tinggi Manggarai lakukan aksi damai (Bela Negara)
photos by: Juito Ndasung

FORUM PERGURUAN TINGGI MANGGARAI LAKUKAN AKSI DAMAI (BELA NEGARA)

                                                                                                                                               Kasus  Gubernur non aktif Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang diduga menista agama Islam kini menjadi buah pembicaraan yang aktual di pelbagia daerah di Indonesia bahkan dunia. Kini Ahokdalm masa tahan di Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok,tak sedikit orangpun yang diam dalam kasus ini, dari berbagai daerah yang pro dengan Ahokmelakukan aksi untuk membebaskan Ahok, selain di Jakarta, Manado dan beberapa tempat lainya di Indonesia yang di gelar Rabu  10 Mei 2017 kemarin, hari ini  kamis 11 Mei  ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Perguruan Tinggi Manggarai  (FPTM) Flores-NTT melakukan aksi bela Negara. Massa yang tergabung terdiri dari STKIP St. Paulus Ruteng, STIPAS St. Sirilus Ruteng, STIKES St. Paulus Ruteng, dan Stie Karya Ruteng. Massa yang tergabung dalam FPTM ini melakukan Long March dari STKIP St. Paulus Ruteng menuju lapangan Motang Rua sebagai tempat pusat aksi mereka.

            Aksi seruan moral menolak diskriminasi, radikalisme, dan korupsi sekaligus tuntutan untuk membebaskan Ahok terdengar dalam teriakkan massa “hidup Ahok, bebaskan Ahok, tolak diskriminasi terhadap Ahok” ujar ribuan mahasiswa  yang di pimpin oleh Mikael Nardi sebagai dinamisator aksi.Marsel Samsudin sebagai wakil dari rakyat dalam orasinya menyatakan bahwa sesungguhnya kasus Ahok ini tekanan dari masa yang kontra Ahok, kita lihat saja di Indonesia ini orang yang membakar Geraja ko di abaikan, ledakan bom di gereja juga di abaikan,  dan kepala Organisasi masyarakat yang melakukan hal yang sama seperti Ahok ko di biarkan juga, kenapa hukum ini hanya berlaku pada kaum minoritas, kita bela Ahok bukan karena dia Kristen tetapi kita hanya butuh keadilan, tutur Marsel dalam Orasinya. seruan itu diiringi pekikan kata “merdeka” oleh ribuan peserta aksi, “merdeka, NKRI harga mati, hidup Ahok, bebaskan Ahok!!!”Aura lapangan Motang Rua seakan menjadi Stadion final liga Champions karena teriakkan ribuan masa aksi begitu riuh dan kompak, walaupun terik matahari membakar kulit mereka namun tak menyurutkan semangat peserta untuk memekikan yel-yel.

Dalam aksi itu Pater David Jerubu ketua STKES St. Paulus membacakan pernyataan sikap yang diikuti oleh peserta aksi.

PERNYATAAN SIKAP

           Dalam pernyataan sikap yang di bacakan ada delapan point penting yang mau di sampaikan antara lain :

  • Kami menyatakan sikap sebagai pilar terdepan dalam mengawal tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan menolak sikap individu, kelompok, dan organisai masyarakat ( ORMAS) yang merongrong NKRI
  • Kami siap melanjutkan legasi pembangunan bangsa, demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan menolak semua tindakan/aksi yang menghambat pembangunan
  • Sebagai bagian dari NTT-bumi tempat lahirnya pancasila masyarakat yang menjunjung tinggi pluralisme dan toleransi, kami kembali mengangkat kembali sumpah setia kepada Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika, dan menolak semua Intoleransi, Radikalisme, dan anti pluralis dan Multikultural
  •  Mendukung upaya Pemerintah, TNI dan POLRI untuk menjaga keutuhan NKRI dan membubarkan semua ormas yang anti pancasila dan NKRI.
  •  Mendukung pemerintah yang sah yang dipilih secara demokratis`
  • Kami menolak tirani mayoritas dan menuntut tegaknya supermasi hukum
  • Kami mengajak seluruh elemen bangsa, mengambil peran dengan cara masing-masing beradab dan bertanggungjawab untuk mengawal setia Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Selain orasi mahasiswa juga menyayikan lagu kebangsaan, bakar lilin, berdoa bersama yang dipimpin oleh masing-masing agama yang diwakili, pertama, berdoa  menurut tata cara agama katolik, kedua menurut Kristen Protestan dan ketiga menurut tata cara agama Islam, dan baca puisi yang di baca oleh empat orang  mahasiswa  Prodi Dikbindo STKIP St. Paulus, mahasiswa itu antara lain, Donatus Juito Ndasung, Rinildis Maria Anur, Wilibrodus Jatam, dan Fani serta romo  Inosensius Sutam perwkilan dari dosen STKIP St. Paulus Ruteng. Aksi ini diakhiri dengan ja’i bersama.

Donatus Juito Ndasung

Mahasiswa STKIP St. Paulus Ruteng.