Mohon tunggu...
Jui Juwita
Jui Juwita Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa S1 Pendidikan Kimia UNIMED

Instagram : J_trgn

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

SMA: Belajar Daring atau Luring?

1 Desember 2021   20:20 Diperbarui: 1 Desember 2021   21:38 123 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber: doc pribadi dari salah satu siswi SMA di Kab.Bintan

Kijang, Rabu, (01/12/2021)----Dalam memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen, yaitu untuk melakukan suatu penelitian, maka dalam penelitian ini, penulis mengambil judul "SMA : Daring atau Luring". Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data informasi terkait sistem pembelajran di Indonesia saat ini. Dalam penelitian ini, penulis memperoleh data dalam bentuk kuisioner yang diberikan kepada siswa/i SMA, yang ada di Kabupaten Bintan. 

Pandemi Covid-19 yang sekarang masih menjadi persoalan dunia memberi banyak pengaruh terhadap beberapa negara, khususnya negara Indonesia. Kekhawatiran, kata itulah yang dapat menggambarkan perasaan masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan di situasi saat ini. 

Dampak yang diberikan pun juga sangat meluas, yang berakibatkan menurunnya perekonomian di Indonesia. Dalam hal ini banyak pihak-pihak yang berusaha untuk turut membantu dalam memutuskan rantai penyebaran virus Covid-19. Pemerintah juga telah menetapkan kebijakan guna mengurangi penyebaran virus ini, mulai dari menerapkan protokol kesehatan, melakukan lockdown, isolasi diri, dll.

Namun yang terjadi saat ini justru menimbulkan dampak tersendiri bagi sektor pendidikan di Indonesia. Banyak orangtua yang merasa khawatir apabila anak-anaknya harus melaksanakan pembelajarannya di dalam kelas. Fakta inilah yang akhirnya membuat di sejumlah institusi/sekolah terpaksa menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Maka pemerintah dengan sigap menerapkan kebijakan pembelajaran daring. Hal ini jelas guna memutuskan rantai penyebaran Covid-19. Dengan demikian, para siswa/i akan tetap mendapatkan hak untuk tetap mengikuti pembelajaran dengan baik. 

Berdasarkan data penelitian, beberapa siswa/i menyatakan bahwa selama mengikuti proses pembelajaran daring mereka sering mengalami kesulitan, seperti susah memahami materi yang telah dijelaskan oleh guru, tetapi pada kenyataannya mereka enggan untuk meminta penjelasan ulang kembali kepada guru yang bersangkutan, inilah yang memperparah rendahnya komunikasi yang baik antara guru dengan siswanya. Sehingga, tidak heran banyak juga orangtua yang selalu mengeluh karena nilai anaknya yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Selain itu rasa bosan juga ternyata sering dialami oleh kebanyakan siswa, dikarenakan mereka bosan harus selalu berhadapan dengan layar HP/laptop. Namun hal ini mungkin terjadi karena disebabkan oleh kurang menariknya penyampaian materi dari guru, karena penyampaian yang baik merupakan strategi yang efektif untuk menarik perhatian suatu subjek yang dituju.

Kemudian tempat belajar yang kurang nyaman juga merupakan faktor seorang siswa jenuh dalam belajar. Karena pada dasarnya tempat serta suasana yang nyaman akan membuat hati dan pikiran seseorang juga terasa sejuk dan nyaman. Dengan demikian akan lebih memudahkan seorang siswa dalam berkonsentrasi pada setiap materi yang dijelaskan. 

Kesulitan lainnya yang sering terjadi adalah jaringan internet serta kuota yang kurang memadai. Banyak siswa/i yang mengeluh karena tidak dapat mengikuti pembelajaran daring secara maksimal. Sering terjadi pada mereka ketika sedang melakukan pertemuan virtual, tiba-tiba jaringan menjadi lambat sehingga mereka tidak dapat mendengarkan dengan baik penjelasan materi, atau juga kuota mereka yang mendadak habis. Ternyata permasalahan ini juga dialami oleh para orangtua terlebih mereka dengan perekonomian yang rendah, orangtua harus lebih bekerja keras guna memenuhi syarat dalam mengikuti proses pembelajaran daring untuk anaknya.

Diagram Pemahaman Siswa Tentang Pembelajaran Daring/Koleksi pribadi
Diagram Pemahaman Siswa Tentang Pembelajaran Daring/Koleksi pribadi

Beberapa siswa juga mengatakan bahwa pembelajaran daring ini masih kurang efektif, dikarenakan diantara siswa malah semakin malas dan menjadi individu yang tidak jujur. Seperti pada saat guru melaksanakan ulangan atau quiz, tidak sedikit diantara siswa tersebut yang mendapat jawaban dari internet, sebenarnya tidak menjadi masalah jika siswa itu mencari jawaban dari internet, tetapi yang membuat itu salah adalah mereka melakukan plagiasi atau copy paste tanpa mereka pahami terlebih dahulu jawaban tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan