Mohon tunggu...
Juandi Manullang
Juandi Manullang Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut IG: Juandi1193 Youtube: Juandi Manullang

Selanjutnya

Tutup

Politik

Menolak Wacana Presiden Tiga Periode

5 Juni 2021   18:21 Diperbarui: 5 Juni 2021   18:38 32 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menolak Wacana Presiden Tiga Periode
Sumber: Danu Damarjati/detik.com

Akhir-akhir ini ramai pula diperbincangkan soal wacana presiden tiga periode. Ada pihak juga yang menginginkan Presiden Jokowi tiga periode memimpin Indonesia. Parameter Politik Indonesia melakukan survei terkait wacana presiden tiga periode tersebut.

Hasilnya, responden 52,7 persen tidak setuju terhadap wacana presiden tiga periode, 27,8 persen setuju dan 19,5 persen tidak menjawab (detik.com). Atas hasil tersebut, kita bisa melihat bahwa banyak masyarakat tidak setuju presiden tiga periode.

Penulis juga menolak presiden tiga periode yang diinginkan oleh beberapa pihak. Penulis lebih setuju kita rakyat Indonesia segera mencari pemimpin baru pengganti Presiden Jokowi di masa yang akan datang, meski Presiden Jokowi dinilai bagus dan baik dalam memimpin Indonesia.

Alangkah baiknya, kita mencari pemimpin baik dan bagus lainnya seperti Presiden Jokowi. Tentu pemimpin seperti itu ada di negeri ini. Kita tidak perlu putus asa dengan menggabungkan Presiden tiga periode.

Masih banyak orang-orang muda di Indonesia ini yang berintegritas dan punya kapasitas memimpin Indonesia. Kita tidak kehabisan bibit-bibit muda yang bisa menggerakkan kemajuan Indonesia kedepan.

Jika ada alasan-alasan yang mengemuka terkait presiden tiga periode boleh-boleh saja, tapi masyarakat mayoritas menolak. Penulis juga demikian.

Apa yang sudah tertera di konstitusi kita maka itu saja dijalankan. Untuk apalagi diamandemen karena ingin jabatan presiden tiga periode. Kita masih banyak hal penting lainnya yang mau diurus, bukan sekedar amandemen konstitusi untuk jabatan presiden tiga periode.

Ada juga pendapat yang mengemuka bahwa presiden tiga periode dapat mencegah terjadinya keterbelahan pendukung masing-masing kubu sehingga kita ribut, ricuh dan gaduh. 

Penulis rasa itu bisa dihindari bukan dengan jabatan presiden tiga periode. Akan tetapi, kita berkampanye yang jujur, damai dan menjaga persatuan dan kesatuan. 

Jangan pula berkampanye menyerang suku, agama, ras dan antar golongan. Apalagi kampanye hitam dengan menjatuhkan nama baik pihak lawan, menghina dan lain sebagainya. Semoga saja ulasan ini bisa juga menguatkan penolakan jabatan presiden tiga periode.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN