Mohon tunggu...
Juandi Manullang
Juandi Manullang Mohon Tunggu... Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut IG: Juandi1193

Selanjutnya

Tutup

Politik

Jangan "Campur-adukkan" Demo RUU HIP dengan Tuntutan Pemakzulan Jokowi

16 Juli 2020   20:02 Diperbarui: 16 Juli 2020   19:59 88 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jangan "Campur-adukkan" Demo RUU HIP dengan Tuntutan Pemakzulan Jokowi
Sumber: detik.com

Hari ini demonstrasi menolak RUU HIP di depan Gedung DPR digelar. Akan tetapi, ternyata aksi demo terkait penolakan RUU HIP itu di campur-adukkan dengan spanduk berisi tulisan "Makzulkan Jokowi". Ada juga spanduk " Bubarkan PDIP" dan "Tangkap Inisiatornya".

Dengan adanya spanduk-spanduk itu mengartikan ada terselip aksi lain dari demonstrasi tersebut. Tentu hal tersebut tak beralasan dan sangat mengecewakan.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian menilai, "salah sasaran dan absurd, RUU HIP insiatif DPR, pemakzulan di luar proses konstitusional adalah makar," kata Donny dilansir dari detik.com, 16/7/2020.

Penulis sendiri sepakat dengan ungkapan dari Donny Gahral tersebut. Tak etis bila dikait-kaitkan aksi penolakan RUU HIP dengan pemakzulan Presiden. 

Konteks aksi jelas untuk menolak RUU HIP tapi kalau dicampuradukkan dengan pemakzulan dan bubarkan PDIP sangat menyedihkan.

Jangan sampai niatan memakzulkan Presiden akan dimasukkan kepada tindak pidana makar yang merugikan para aksi dan PA 212. Apa alasan dibalik keinginan itu?. Presiden Jokowi tak bisa dipersalahkan dalam konteks tersebut karena kita juga tidak tahu siapa sebenarnya  pengusul RUU HIP tersebut.

Itu dulu dicari atau diselidiki agar tidak ada opini negatif kepada pemerintah terutama Presiden Jokowi. 

Sebaiknya, para massa aksi bisa menahan ego sektoral mereka yang ingin sekali menolak RUU HIP tapi mencampuradukkan dengan pemakzulan Presiden.

Harus disadari sebagai warganegara Indonesia kita perlu santun dalam berdemonstrasi dan punya alasan jelas dalam demonstrasi itu. Jangan mau diprovokasi ataupun dipanas-panasi oleh oknum tertentu untuk mengikuti aksi itu.

Dalam melakukan aksi harus punya pikiran positif agar tidak ada aksi yang memiliki unsur politis untuk menjatuhkan pemerintahan. Kita saat ini sedang dalam masa Pandemi Covid-19 yang masih mengancam.

Jangan ditambahi dengan spanduk-spandik yang sangat "provokatif" dan tak berasalan. Kalau mau berdemonstrasi, sebaiknya satu-satu tema yang disuarakan bukan dicampuradukkan dengan isu-isu lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN