Mohon tunggu...
Juandi Manullang
Juandi Manullang Mohon Tunggu... Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Ini Cara yang Ramah Lingkungan untuk Membungkus Daging Kurban

11 Agustus 2019   17:48 Diperbarui: 11 Agustus 2019   17:52 0 1 0 Mohon Tunggu...
Ini Cara yang Ramah Lingkungan untuk Membungkus Daging Kurban
Pemotongan dan pengemasan daging qurban di Kantor DPW LDII Bali (Tribun Bali)

Memperingati Hari Raya Idul Adha 1440 H hari ini, ada hal unik dan menakjubkan dilakukan oleh panitia kurban dalam membungkus daging kurban tersebut. Sekarang, banyak daerah tidak membungkus daging kurban dengan plastik, tetapi dengan besek bambu.

Salah satu daerah yang melakukannya adalah provinsi Bali. Menurut Wakil Ketua LDII Bali, H. Hardilan, alasan penggunaan besek adalah untuk mendukung program pengurangan sampah plastik. "Menggunakan besek ini, sudah diserukan di seluruh Provinsi Bali, hingga ke seluruh Kabupaten untuk tidak menggunakan kantong plastik" (Kompas.com, 11/8/2019).

Tindakan tersebut patut diapresiasi dan ditiru oleh seluruh daerah di Indonesia dalam upaya melawan sampah plastik. Jika perlu lakukan dalam setiap kegiatan kita sehari-hari. Andai kita membeli daging di pasar, maka pedagang harusnya menyiapkan besek bambu sebagai pembungkusnya. Jika harganya semakin mahal, ya tidak masalah. Terpenting lingkungan kita tetap terjga dan terhindar dari pencemaran plastik yang makin hari makin meluas.

Sampah plastik juga diduga telah membunuh paus sperma sebagaimana hangat pemberitaan di dalam perut paus tersebut ditemukan banyak sampah plastik. Jadi, pemerintah harus terus mensosialisasikan dan menggelorakan semangat ramah lingkungan dalam setiap aktivitas kita.

Pemerintah memiliki peran penting disini agar masyarakat membiasakan diri untuk tidak menggunakan bahan berbahan plastik dalam berjualan maupun berdagang.

Apa yang dilakukan provinsi Bali dan sebagian juga di daerah lainnya menjadi langkah sukses dalam memerangi plastik. Kita sangat bangga dengan tindakan tersebut. Semangat masyarakat dalam menjaga lingkungan ternyata masih tinggi. Tinggal di pelosok daerah juga disosialisasikan dan dihimbau untuk tidak terus menerus menggunakan plastik.

Ini menjadi pelajaran berharga buat kita untuk mencegah penyakit akibat sampah plastik dan bahaya lainnya bagi makhluk hidup lainnya. Mencintai lingkungan adalah kewajiban buat kita umat manusia. Membudayakan hidup bersih adalah sebagian dari iman yang harus kita lestarikan.

Tak ada yang ingin bila kita sakit akibat pencemaran atau lingkungan yang tercemar. Sekarang saatnya membiasakan diri menggunakan barang non plastik agar benar-benar Indonesia bebas dan bersih dari sampah plastik.