Mohon tunggu...
Juandi Manullang
Juandi Manullang Mohon Tunggu... Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Mengapa Prabowo-Sandi Tidak Diperiksa Terkait TSM?

16 Juni 2019   21:31 Diperbarui: 19 Juni 2019   01:14 0 1 1 Mohon Tunggu...
Mengapa Prabowo-Sandi Tidak Diperiksa Terkait TSM?
Sumber: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN

Tim Prabowo-Sandi, KPU, Bawaslu bersama pihak terkait yaitu tim Jokowi-Ma'ruf Amin sedang menjalankan proses persidangan di Mahkamah Konstitusi. Kita ketahui bahwa alasan maupun dalil gugatan tim Prabowo-Sandi dilayangkan atas adanya dugaan kecurangan pemilu yang TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif) menurut mereka.

Terkait TSM yang disuarakan itu, timbul harapan dan pandangan dari pengamat politik terkait Prabowo-Sandi harus diperiksa juga, apakah memang mereka juga sudah jujur dalam berdemokrasi.

Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan dalam diskusi berjudul "Bedah Sidang Perdana MK: Menakar Peluang Prabowo di Jakarta, bahwa Kalau tuduhan TSM diperiksa MK, pemohon juga harus diperiksa apakah mereka juga berlaku jurdil. Hal ini penting untuk mewujudkan tuntutan Prabowo-Sandiaga agar tercipta pemilu yang jujur dan adil bisa tercapai (Kompas.com, 16/6/2019).

Sangat beralasan juga apa yang dikatakan Ray Rangkuti tersebut. Pasalnya, jika memang dalil gugatan Prabowo mengatakan pihak terkait Jokowi-Ma'ruf Amin melakukan dugaan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif, apakah Prabowo juga sudah jujur dan adil?.

Jangan sampai mereka teriak penjahat, tetapi melakukan kejahatan pula. Jangan sampai karena mereka kalah, jadi orang lain terkena imbasnya.

Saya sepakat Prabowo-Sandi perlu juga diperiksa. Saksi Jokowi-Ma'ruf Amin yang melihat adanya dugaan kecurangan dilakukan paslon 02 juga harus bersuara. Mari membeberkan segala kejahatan dan dosa-dosa saat pemilu kemarin. Kalau mau pemilu jujur dan adil, maka kedua belah pihak harus sama-sama diperiksa. Apalagi yang mendalilkan itu juga patut diperiksa. Jangan teriak kecurangan, sedangkan mereka melakukan kecurangan juga, namun belum berhasil menang.

Jangan sok merasa bersih, padahal kotor. Kita tak mau seperti itu. Apa yang dikatakan Ray Rangkuti adalah opini yang baik dan harus dilaksanakan juga. Ini adalah langkah cemerlang menegakkan keadilan dan kejujuran pemilu itu sendiri.

Istilahnya, kalau mau adil, maka kedua belah pihak harus diperiksa. Keadilan itu terciptanya bila hak dan kewajiban seimbang. Begitu juga, dalam sengketa pemilu harus seimbang pemeriksaan dari Prabowo maupun Jokowi. Jangan sampai selama ini Prabowo dan tim menyuarakan kecurangan TSM, tetapi mereka tidak diperiksa. Opini publik semakin gencar dan luas kepada Jokowi sedangkan kepada Prabowo tidak. Itu namanya tidak adil bukan?.

Maka, perlu dong diperiksa juga pemohon tersebut. Saran dari Pak Ray Rangkuti sepertinya brilian juga jika kita benar-benar ingin keadilan pemilu.

Salam Kompasianer!!