Mohon tunggu...
Juandi Manullang
Juandi Manullang Mohon Tunggu... Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut IG: Juandi1193

Selanjutnya

Tutup

Politik

Prabowo Dikabarkan Kabur ke Brunei, Benarkah?

19 Mei 2019   14:03 Diperbarui: 19 Mei 2019   14:05 332 0 0 Mohon Tunggu...

Menjelang pengumuman resmi tanggal 22 Mei nanti, ada kabar menyebutkan Prabowo "kabur" ke Brunei Darussalam. Hal itu juga menjadi perbincangan juga, sampai Sandiaga Uno mengambil sikap untuk menjawab isu tersebut. Menurut Sandi bahwa Prabowo dikabarkan "kabur" adalah berita tidak benar.

Diuraikan dari detik.com, 19/5/2019, "Sudah disampaikan klarifikasi bahwa Pak Prabowo ke Brunei, pulang hari, bertemu dengan sahabatnya, sahabat dari kecilnya yaitu sultan (Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah). Sebetulnya tidak ada yang istimewa ya. Pertemuan dua sahabat. Curhat, pak Prabowo baru saja menjalankan kampanye dan pemilu. Cerita kepada kawan lamanya," ujar Sandi di Gor Bulungan, Jakarta Selatan Sabtu (18/5/2019).

Dengan klarifikasi dari Sandiaga tersebut telah menjawab pertanyaan dari berbagai pihak terutama masyarakat maupun warganet yang penasaran akan berita tersebut. Tidak ada yang kabur hanya ingin bertemu teman lama.

Lagipula, untuk apa kabur?. Toh juga beberapa hari lagi akan diumumkan pemenang Pilpres 2019 ini. Harus bersedia mendengarkan kabar dari KPU tersebut. Bersedia menerima siapapun yang menang. Kalau kabur akan semakin memperburuk citra dari Prabowo itu sendiri. Akan semakin melebar masalah ini, sehingga timbul hujatan maupun nyinyiran bila Prabowo tidak mengikuti pengumuman dari KPU tanggal 22 Mei nanti.

Melepas kepenatan

Saya pribadi beranggapan bahwa Pak Prabowo ke Brunei sebagai bentuk liburan sekaligus bertemu teman lamanya. Kita ketahui selama ini sekitar tujuh bulan non stop pasangan capres dan cawapres yang bertarung di pemilu tahun ini selalu pergi berkampanye meyakinkan rakyat memilih mereka. Jadi, hal yang wajar bila Prabowo pergi melepas kepenatan ini. Atau bisa jadi melepas kesedihan, dimana kabar beliau kalah berdasarkan hasil real count KPU saat ini.

Kalau "kabur" tentu tidak, karena akan pulang lagi ke tanah air. Istilah "kabur" ini lebih diidentik-kan kepada "pengecut" dan tak pulang-pulang dalam jangka yang lama. Atau lari dari tanggungjawab. Tetapi, bila kita berkaca dari keterangan Sandiaga bahwa Prabowo akan balik kembali secepatnya ke Indonesia. Ya, kita tahu sikap kenegarawanan dari Prabowo. Tentu sebagai tokoh negarawan,  beliau akan menerima segala apa yang akan diumumkan nanti.

Dugaan people power yang disuarakan selama ini, saya meyakini tidak akan terjadi sebagaimana yang kita bayangkan. People power yang dikumandangkan akhir-akhir ini bagi saya akan dicegah oleh pihak keamanan atau kepolisian demi menjaga nama baik negara dan juga demokrasi kita.

Tidak memperbesar masalah

Anggapan-anggapan Prabowo kabur ke Brunei harapnya tidak menimbulkan perspektif negatif dari berbagai kalangan. Bisa jadi ada yang nyinyir dan menghujat Prabowo adalah sosok tokoh nasional yang "pengecut". Tidak mau menerima hasil pemilu dan kabur ke luar negeri.

Tentu hal itu tidak kita inginkan karena akan memperbesar masalah dan membuat pendukung beliau juga menaikkan tensi mereka. Bisa jadi perang nyinyir dan hujatan di ruang publik dan juga di media sosial.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x