Mohon tunggu...
Juanda
Juanda Mohon Tunggu... Kompasianer Taruna

Salam Hati Gembira

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Rasa Digdaya

6 Juni 2019   22:19 Diperbarui: 6 Juni 2019   22:22 0 11 1 Mohon Tunggu...
Puisi | Rasa Digdaya
DokPri

"Pemalas perlu belajar kepada semut dan memerhatikan lakunya untuk menjadi bijak."

Langit cerah jalan tak gelisah.
Di bawah pepohonan merangkai langkah.
Menuju pesona air terjun nan indah.
Hutan perawan perlu dirambah.

Tanpa diundang kabut pun melanda.
Hati pun mulai gundah gulana.
Tak terasa gelap jadinya.
Sadarkan diri tak ada artinya.

Kicau burung ramaikan suasana.
Tak bisa hibur hati yang merana.
Rasa galau sedang melanda.
Lanjut atau menyerah segera.

Rencana dan semangat boleh ada.
Alam itu tak ada lawannya.
Apalagi terhadap Tuhan Sang Pencipta.
Manusia itu bukan apa-apa.

Saat mampu rasa digdaya.
Sebelum dicoba tak menyerah.
Itu adalah sah-sah saja.
Tanda tak cepat menyerah kalah.-

Sumber Pitu - Pujon, 6 Juni 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x