Mohon tunggu...
Asaf Yo
Asaf Yo Mohon Tunggu... Guru - mencoba menjadi cahaya

berbagi dan mencari pengetahuan. youtube: asaf yo dan instagram: asafgurusosial

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Kita semua Butuh Motivator Dalam Hidup Kita

15 Agustus 2021   00:20 Diperbarui: 15 Agustus 2021   00:40 893
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kalian suka menonton tayangan motivasi tidak? Tayangan dari motivator kondang misalnya dulu Mario teguh, atau Andre Wongso. Kalau saya sih suka banget ya, walau sekarang saya tidak lagi menonton di televisi, sekarang saya nonton acara serupa di youtube. Chanel yang saya suka terkait dengan motivasi adalah deddy Susanto, pagar kehidupan, merry riana. Nama Merry Riana ini sudah terkenal sih, jumlah subscibernya saja 3,7 juta lho. Pagar kehidupan sudah hampir 1 juta. Sekarang eranya di youtube kayaknya, bukan hanya di tayangan televisi.

Akan tetapi artikel ini tidak akan membahas para motivator tersebut, melainkan penting tidak kita menonton atau mendengarkan podcast para motivator ini. Dulu saat masih eranya mario teguh Berjaya sebelum sisi gelap hidupnya terbongkar, banyak sekali teman saya yang mengatakan bahwa hidup tidak semudah apa yang motivator katakan. Hidup begitu susah, sementara para motivator seperti begitu mudah menyuruh ini itu ini itu, seolah mengawang-awang. Saya yang hanya mendengar atau membaca komen teman-teman terkait omongan para motivator hanya bisa terdiam saja.

Hal ini diperparah kala para motivator ini memiliki sisi gelap yang langsung merusak reputasinya. Teman-teman saya baik di dunia nyata maupun di media sosial langsung mencibir, "Ngomong sih gampang, tapi melakukan ternyata susah. Akhirnya jatuh sendiri . Hidupnya tidak seperti apa yang dia katakana dan ajarkan kepada orang lain." Hal ini membuat mmasyarakat awam jadi berpikir, apakah perlu sih jadinya selalu mendengarkan dan melakukan apa yang motivator katakana.

Kita adalah manusia biasa yang memiliki masalah secara mental. Kesehatan mental ini bisa kita sembuhkan dengan berbagai cara, mulai dari banyak baca kitab suci, mendengarkan ceramah pemimpin agama atau kalau dalam konteks secara general adalah mendengarkan ceramah para motivator. Mereka mampu mengubah mind set yang sebelumnya kurang tepat menjadi lebih baik. Mereka mampu membuat diri kita yang sebelumnya mengalami rasa down jadi tahu Tindakan apa yang perlu dilakukan untuk hidup yang lebih baik. Karena bagi saya focus dari para motivator ini adalah ke cara berpikir akan sesuatu yang ada di sekitar kita. Kalau cara berpikir kita salah, tentu saja kita akan melakukan Tindakan yang salah. Kalau kita melakukan Tindakan yang salah otomatis kita juga akan mendapatkan hasil yang salah dan tidak sesuai yang kita harapkan.

Bagi saya pribadi, motivator adalah salah satu orang penting yang dapat membantu kita dalam menjalani kehidupan. Memang betul, mereka memiliki salah , tapi bukan berarti apa yang mereka omongkan itu salah. Bagi saya pribadi, motivator itu ya semacam pemimpin agama lho. Bukankah para pemimpin agama juga termasuk motivator yang selalu mengingatkan akan kesalahan kita dan selalu mengajak kita agar kita Kembali mengikuti jalan yang lurus dan melakukan apa yang harusnya kita lakukan.

Kenyataannya , banyak pemimpin agama yang juga jatuh dalam dosa. Entah dosa korupsi, dosa seksual, atau apapun itulah. Apakah karena itu kemudian kita tidak membutuhkan tuntunan? Biar bagaimanapun para motivator dan pemimpin agama ini adalah manusia biasa. Kalau motivator biasanya menggunakan bahasa yang lebih umum karena audiensnya juga umum, tidak hanya berasal dari agama tertentu. Sementara pemimpin agama selalu menggunakan rujukan ayat-ayat suci sebagai dasar legitimasi mereka dalam menyuruh orang lain melakukan sesuatu.

Kita hidup dalam masyarakat, ada aturan dan norma yang harus kita pahami. Tidak semua hal kita pahami dan benar menurut kacamata sendiri. Kita membutuhkan orang lain dalam berjalan dan mengarungi kehidupan. Kita tidak perlu memperlakukan para motivator atau pemimpn agama yang hidupnya pasti suci dan selalu benar. Mereka dalam beberapa hal adalah manusia biasa yang juga bisa berbuat salah, tapi apa yang mereka katakana itu adalah sebuah kebenaran umum yang bertujuan menciptakan harmoni dalam masyarakat.

Pemimpin agama disini misalnyaadalah para pendeta dalam agama Kristen. Alkitab selalu mengajarkan bahwa perceraian adalah sebuah hal yang dilarang, pendeta akan selalu menekankan bahwa perceraian akan dilarang. Ada banyak seminar yang dilakukan oleh gereja khusus untuk laki-laki atau perempuan yang sudah menikah. Seminar-seminar yang selalu berisi bagaimana cara menjadi suami atau istri yang baik. Bagaimana cara menjaga pernikahan agar tetap awet.

Tentu saja kenyataannya adalah ada orang-orang yang menjadi pemimpin agama ternyata jatuh dalam dosa perzinahan, bahkan akhirnya bercerai. Tapi kebenaran yang tertulis dalam alkitab tentu tidak akan mengalami perubahan. Hanya karena yang memberikan ceramah itu telah berzina dan bahkan bercerai dengan pasangan resminya, bukan berarti apa yang pernah dia katakana terkait perzinahan itu bisa diubah. Bahkan kita sering mendengar skandal di gereja katolik yang melibatkan para biarawan kan. Padahal saya yakin, apa yang mereka katakana tentang hidup tentu hal-hal yang positif, membangun dan mampu membuat kita bersemangat dalam menjalani hari-hari.

Akhirnya, saya selalu memisahkan dua hal ini. Saya memisahkan individu dengan kebenaran umum yang harus dilakukan. Saya tidak pernah peduli dengan sisi gelap para motivator maupun pemimpin agama. Saya selalu focus dengan kebenaran hidup yang mereka ajarkan. Kalau ajaran-ajaran mereka memang membawa kebaikan, kenapa harus ditolak. Kalau hidup mereka ternyata bermasalah, ya itu adalah individu nya saja, sementara ajarannya ya ok-ok saja untuk tetap diikuti. Apalagi dengan mengikuti trik-trik yang mereka ajarkan melalui video-video mereka dan mampu membuat diri saya menjadi lebih baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun