Mohon tunggu...
Jasmine Humaira
Jasmine Humaira Mohon Tunggu... Mahasiswa - Seorang Mahasiswi

Mahasiswi Akuntansi

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Berkenalan dengan Appreciative Inquiry

21 Agustus 2021   16:40 Diperbarui: 21 Agustus 2021   16:39 86 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Berkenalan dengan Appreciative Inquiry
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Appreciative Inquiry terdiri atas dua kata yaitu Appreciative dan Inquiry. Appreciative yang berartikan memberi penghargaan kepada suatu kesuksesan di masa lalu dan masa kini serta potensi-potensi yang ada. Sedangkan, Inquiry yang memiliki arti pertanyaan yang menuju pada suatu eksplorasi atau penemuan potensi. 

Jadi, Appreciative Inquiry atau dapat disingkat AI merupakan teknik untuk memimpin perubahan yang melibatkan individu, tim, atau seluruh organisasi untuk menciptakan perubahan dengan memperkuat pesan positif dan berfokus pada pembelajaran dari kesuksesan (Buku The Leadership Experience edisi 7 karya Richard L.Daft).

Membingkai topik dengan tepat untuk menyelidiki apa yang benar daripada apa yang salah sangatlah penting bagi keberhasilan AI, Karena AI menjauhkan orang dari kesalahan, pembelaan diri, dan penyangkalan, serta menetapkan kerangka kerja positif untuk perubahan. 

Karena pendekatan ini tidak terfokus pada masalah apa yang sedang dihadapi tetapi berfokus pada apa yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan tersebut. AI dapat mempercepat perubahan organisasi berskala besar dengan melibatkan secara positif sekelompok besar orang dalam proses perubahan, termasuk pemimpin dan karyawan, serta orang-orang dari luar organisasi, seperti pelanggan atau klien, mitra, dan pemangku kepentingan lainnya.

Prinsip-prinsip Appreciative Inquiry

Terdapat delapan prinsip AI yaitu constructionist, Simultaneity, Poetric, Anticipatory, Positive, Wholeness, Enactment dan Free-Choice. Berikut penjelasan nya.

  1. Constructionist Principle, merupakan pilihan kata yang kita gunakan untuk membentuk realitas kita. Dengan berpikir positif artinya kita mengeluarkan pilihan kata yang positif dan akan mewujudkan perilaku yang positif juga.
  2. Simultaneity Principle, merupakan perubahan yang terjadi saat kita mengajukan dan menjawab pertanyaan tentang prestasi dan potensi hebat yang ada dalam diri kita.
  3. Poetric Principle, merupakan membuat metafora untuk menggambarkan realitas yang kita pilih.
  4. Anticipatory Principle, merupakan semakin jelas gambaran artinya semakin besar juga motivasi terbangkitkan. Karena kesuksesan sangat bergantung pada realitas yang kita bangun.
  5. Positive Principle, merupakan lingkungan yang merespon dari aksi yang kita lakukan. Artinya jika kita berpikir positif, merasa positif, berkata positif, dan melakukan Tindakan-tindakan yang positif maka akan menghasilkan respon yang positif juga. Pikiran dan emosi yang positif akan memberikan inspirasi untuk Tindakan perubahan yang lebih baik.
  6. The wholeness Principle, merupakan kesadaran akan keutuhan (keseluruhan) akan memberikan kekuatan yang besat untuk menghasilkan yang terbaik. Keutuhan dalam memahami, menerima serta menyikapi perbedaan maka akan menimbulkan kekuatan untuk saling melengkapi.
  7. The Enactment Principle, merupakan apabila untuk menjadi sesuatu yang diinginkan maka harus berpikir dan bertindak sebagaimana sesuatu yang diharapkan tersebut.
  8. The Free Choice Principle, merupakan individu akan menjadi lebih baik dan lebih berkomitmen jika diberi kebebasan dalam memilih apa yang dapat mereka lakukan, berikan dan bagaimana cara mereka dalam berkontribusi. Kebebasan akan memunculkan antusiasme, menguatkan komitmen serta dapat mendorong usaha yang lebih baik.

Langkah-langkah Appreciative Inquiry

Pelaksanaan Appreciative Inquiry dapat dijelaskan dengan siklus 4D (Discovery, Dream, Design, Destiny)

  1. Discovery, pada tahap ini individu mengidentifikasi untuk mengenali dan menggali lebih dalam tentang kekuatan dalam diri mereka. Para pemimpin mewawancarai orang-orang, meminta mereka untuk menceritakan kisah-kisah yang mengidentifikasi pengalaman terbaik mereka dengan organisasi.
  2. Dream, pada tahap ini individu akan merenungkan apa yang mereka pelajari selama tahap penemuan dan membayangkan bagaimana jadinya jika pengalaman luar biasa ini menjadi norma. Tahap ini tentang membayangkan ''apa yang bisa terjadi'' dan menciptakan visi bersama tentang masa depan terbaik, didasarkan pada kenyataan dari apa yang sudah ada.
  3. Design, pada tahap ini individu merumuskan rencana tindakan untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan. Tahap ini melibatkan orang-orang yang membuat keputusan tentang apa yang perlu dilakukan organisasi untuk menjadi apa yang diinginkannya.
  4. Destiny, pada tahap terakhir AI menciptakan takdir dengan menerjemahkan ide-ide yang diidentifikasi pada tahap sebelumnya menjadi langkah-langkah tindakan nyata. Ini melibatkan merayakan yang terbaik dari apa yang ada dan mendorong ke depan untuk mewujudkan mimpi dengan menciptakan program, kegiatan, dan kekuatan nyata lainnya yang akan mengimplementasikan desain dan memastikan kelanjutan perubahan yang dimulai selama proses AI.

Alasan penggunaan Appreciative Inquiry

AI digunakan karena memberikan sudut pandang yang positif pada kehidupan manusia. Sudut pandang ini akan membuat individu lebih berpikir positif tentang apa yang mereka miliki dan terus mengembangkan dirinya.

Sumber:

Daft,R.L (2018). The Leadership Experience. In marketing Management 7 edition 

http://ilmudansenimanajemen.blogspot.com/2016/10/appreciative-inquiry-konsep-metode-dan.html

http://ariqa-ayni-fpsi13.web.unair.ac.id/artikel_detail-168290-Pengembangan%20Diri-Appreciative%20Inquiry%20untuk%20Pengembangan%20Diri.html

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan