Mohon tunggu...
Joy MaranathaTarigan
Joy MaranathaTarigan Mohon Tunggu... Freelancer - Pendidikan

Alumni Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Kristen Satya Wacana, menyukai buku dan musik, juga guru BK di SMP Xaverius 2 Palembang.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Media Sosial dan Guru

3 Juli 2019   14:48 Diperbarui: 3 Juli 2019   15:10 44
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Media sosial bukan sebuah hal asing bagi masyarakat, sebab hampir semua kalangan memiliki akun media sosial, tidak terkecuali para guru. Pada penggunaan media sosial, ada pihak yang menggunakannya untuk bermain, berbagi informasi, foto, video dan dapat juga digunakan sebagai sarana belajar (E-Learning). Bagi kalangan guru, media sosial dapat menjadi alat bantu. Berikut hal yang dapat dilakukan guru dalam menggunakan media sosial sebagai alat bantu :

1. Media sosial sebagai media untuk mengawasi.

Mengawasi dalam hal ini tidak berarti hanya berkaitan dengan kegiatan negatif yang dilakukan peserta didik, karena kegiatan mengawasi yang ditekankan dalam tulisan ini adalah untuk membantu peserta didik. Mengawasi tingkah laku peserta didik melalui media sosial dapat membuat guru mengetahui kegiatan peserta didik di luar sekolah.

2. Media sosial sebagai media untuk konseling.

Terkadang ada waktu yang tidak memungkinkan peserta didik untuk bertemu langsung dengan guru (dalam hal ini guru Bimbingan dan Konseling/ BK). Media sosial dapat menjadi menjadi media dalam kegiatan konseling tersebut.

3. Media sosial sebagai media untuk mengetahui bakat dan minat peserta didik.

Berkaitan dengan poin pertama, dengan mengawasi informasi yang dibagikan oleh peserta didik melalui media sosial, kemungkinan guru dapat lebih mudah mengetahui apa yang menjadi bakat dan minat peserta didik. Dengan demikian, maka ketika peserta didik menyatakan kebingungannya dalam menentukan cita-cita atau karir, guru dapat menggunakan informasi yang dibagikannya melalui media sosial untuk membantu.

Kekurangan

Media sosial memang dapat menjadi alat bantu bagi guru, tetapi menjadikan sebagai alat bantu juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu :

1. Perlunya keterbukaan peserta didik.

Ketika guru mengirimkan permintaan untuk berteman atau mengikuti akun media sosial peserta didik, belum tentu individu yang bersangkutan akan menerima, jika diterima maka peserta didik dapat mengatur agar postingan yang dibagikan olehnya di akun media sosial tidak dapat dilihat oleh guru yang bersangkutan. Hal ini yang menjadi hambatan utama guru dalam menjadikan media sosial sebagai alat bantu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun