Mohon tunggu...
Joy Simanjuntak
Joy Simanjuntak Mohon Tunggu... Karyawan -

Catatan singkat, padat, (semoga) menggelitik seorang alumni matematika yang tidak punya bakat menulis tapi ingin menulis

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Cara Menjadi Berbeda dengan Khasiat Botol 15 Ml

18 November 2017   20:16 Diperbarui: 18 November 2017   23:04 757
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: @komikfatap (Instagram)

Untuk menjadi populer di abad ini cuma berkutat di dua hal ini: 

  1. Jadi yang terbaik;
  2. Jadi yang ter "aneh" bisa diartikan juga kreatif. 

Sesuatu yang out of the box menjadi benda yang paling dicari karena bisa jadi "granat" yang paling mematikan konsep-konsep lama atau rutinitas. Indonesia sendiri bisa dinilai sangat kreatif khususnya para netizen-nya. Lihat saja setiap kali ada isu baik di dunia politik, olahraga, dll, pasti timelinemedia sosial kita bakal penuh dengan lelucon dalam video singkat maupun foto atau lebih dikenal dengan meme.

Kasus terbaru yang lagi hits tentang seorang politikus Indonesia yang katanya menabrak tiang listrik saat sedang menuju ke gedung KPK. Dari kemaren sampai hari ini, bisa dipastikan beranda media sosial pasti penuh dengan meme yang “berseliweran" tentang kejadian politics ini, salah satu yang saya dapat dari instagram komikfaktap.

Tetapi kreatif atau tambil beda tidak bisa selalu diartikan sebagai hal-hal yang melawan arus norma-norma sopan santun ataupun etika. Mungkin yang paling sering menjadi alasan kita untuk tampil beda adalah agar bisa terkenal. Hal ini sebenarnya sah-sah aja, tapi seharusnya bukan ini yang menjadi fondasinya karena pemahaman ini cenderung akan “menggiring” ke hal-hal negatif. Tampil beda semestinya adalahsuatu usaha yang menunjukkan akan banyaknya cara untuk menjadi positif. Dimulai dari hal sederhana seperti mematuhi peraturan lalu lintas atau membuang sampah pada tempatnya saat orang orang di sekitar tidak melakukannya.

Pengalaman tampil beda yang bisa jadi contoh yang bisa saya bagikan salah satunya adalah berani untuk tidak ikut dalam kebiasaan yang katanya umum, namun sebenarnya “tidak benar” saat dalam lingkungan kerja. Sebagai karyawan baru biasanya kita akan cenderung menjadi pendengar dan penonton aksi atau sikap-sikap “orang lama” dan mudah sekali terpengaruh untuk menjiplak tindakan yang sama. 

Padahal pasti tidak semuanya yang kita lihat dan dengar 100% betul nilai kebenarannya. Kemampuan “menyaring” mana yang benar dan mana yang salah mutlak dibutuhkan untuk hal yang satu ini. Justru saat kita berani menyuarakan GueBeda yaitu dengan menampilkan sikap tidak mengikuti arus yang umum tapi salah ini adalah cara kreatif yang bisa kita kampanyekan.

Saat orang-orang di kantor sudah beristirahat sebelum jamnya atau belum balik ke meja kerja setelah istirahat saat sudah jamnya, dan kita berani untuk tidak mengikutinya, justru kita adalah pembedanya walau mungkin akan ada saja orang yang “nyinyir”. Mampu tampil beda berarti sikap yang menggaungkan cara-cara untuk menjadi lebih baik di samping juga menjadi kreatif.

Tampil beda harus ditunjukkan kapanpun, bahkan saat keadaan tidak mendukung sekalipun seperti saat sakit. Dulu saat merasa masuk angin, mual dsb, mayoritas orang tua kita yang belakangan sering disebut generasi zaman old pasti menyarankan untuk menggunakan minyak kayu putih. Minyak kayu putih adalah minyak multi mujarab yang bisa dipakai kapan saja untuk pertolongan pertama. Namun beberapa generasi zaman sekarang sudah mulai meninggalkan cara ini dengan berbagai alasan salah satunya adalah bau semerbaknya yang bisa membius orang-orang di sekitar dan ada saja orang yang merasa terusik dengan baunya minyak ini. 

Perasaan malu yang lebih besar dibanding khasiat yang sebenarnya bisa didapat dari minyak ini membuat orang-orang ini enggan membawa dan menggunakan minyak ini khususnya saat berada di tempat-tempat umum. Beberapa mungkin akan mengatakan, “Bagaimana mungkin bisa tampil beda, kalau minyak yang diolesin kekulit masih tradisional alias ketinggalan zaman?”.

Oleh karena itu PT Eagle Indo Pharma atau dikenal dengan nama Cap Lang yang sudah menjadi pakar dalam minyak dan balsem menawarkan solusi pembeda untuk hal ini melalui minyak Kayu Putih Aroma (KPA). 

Sumber: caplang.com
Sumber: caplang.com
Ini menjawab permintaan pengguna setia atau pengguna baru yang ingin merasakan manfaat minyak kayu putih tapi bisa tampil tanpa malu. Minyak Kayu Putih Aroma tersedia dalam berbagai varian seperti rose atau lavender yang dijamin bisa membuat kita merasa nyaman saat memakainya dimanapun. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun