Mohon tunggu...
Jose Hasibuan
Jose Hasibuan Mohon Tunggu... Guru - Seorang abdi bangsa

Tertarik pada dunia pendidikan, matematika finansial, life style, kehidupan sosial dan budaya. Sesekali menyoroti soal pemerintahan. Penikmat kuliner dan jalan-jalan. Senang nonton badminton dan bola voli.

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

Mengenal Dunia Keuangan dan Bagaimana Menjadi Investor Cerdas

29 Juli 2020   20:09 Diperbarui: 30 Juli 2020   17:02 1074
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi investasi (Sumber: Shutterstock.com)

Sebagian besar dari kita secara individual tidak dapat memiliki pabrik mobil yang merupakan aset riil, tetapi kita dapat memiliki aset keuangan berbentuk saham semisal saham ASTRA atau perusahaan lainnya, yang memungkinkan kita memperoleh laba yang berasal dari produksi mobil.

Mengenal Tiga Lingkungan Keuangan

Ilustrasi investasi (Sumber: sindonews.com)
Ilustrasi investasi (Sumber: sindonews.com)

Sebelumnya, mari kita mengenal tiga lingkungan keuangan, yaitu sektor rumah tangga, sektor usaha dan sektor pemerintah.

Sektor rumah tangga merupakan pembuat keputusan ekonomi sepanjang waktu. Aktivitas-aktivitas dari rumah tangga seperti bekerja, kegiatan konsumsi, menabung, hingga merencanakan pensiun merupakan bentuk-bentuk perhatian pada keputusan keuangan.

Setiap rumah tangga memiliki ketertarikan pada jenis aset yang berbeda tergantung dari situasi ekonomi rumah tangga. Secara umum, keputusan keuangan rumah tangga lebih memperhatikan pada bagaimana menginvestasikan uang dan memperoleh keuntungan dari investasi tersebut.

Berbeda halnya dengan sektor usaha. Kebutuhan sektor ini umumnya bagaimana mendapatkan uang untuk mendanai investasi pada set rill berupa pabrik, peralatan, teknologi dan sebagainya. Dan untuk tujuan tersebut, setidaknya ada dua cara yang dapat dilakukan oleh sektor usaha, yaitu meminjam dana dari bank atau menghimpun dana dari sektor rumah tangga dengan menerbitkan saham.

Seperti halnya sektor usaha, sektor pemerintah pun seringkali membutuhkan pinjaman untuk membiayai pengeluarannya. Namun tidak seperti sektor usaha yang memungkinkan menjual saham untuk menghimpun dana, pemerintah hanya dapat memperoleh dana dengan menerbitkan obligasi jika pendapatan dari sektor pajak tidak mencukupi.

Dana rumah tangga yang relatif kecil, membuat investasi langsung sulit dilakukan. Karenanya, diperlukan pihak ketiga sebagai perantara keuangan seperti bank, perusahaan investasi atau perusahaan asuransi yang diciptakan untuk mempertemukan sektor rumah tangga dengan sektor usaha atau pemerintah.

Perantara keuangan misalnya bank, mengumpulkan dana dengan meminjam uang dari para deposan dan meminjamkan uang tersebut sebagai piutang kepada peminjam lain. Selisih antara tingkat bunga yang dibayar untuk deposan dengan tingkat bunga yang dikenakan untuk peminjam adalah sumber keuntungan bank.

Dengan cara ini, peminjam yaitu sektor usaha dan yang meminjamkan uang yaitu sektor rumah tangga tidak perlu bertemu secara langsung. Keduanya cukup pergi ke bank yang menjadi pihak perantara di antara keduanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun