Mohon tunggu...
Jordi Milian
Jordi Milian Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa STFK Ledalero

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Menulis Tak Kenal Putus Asa

25 Februari 2020   18:30 Diperbarui: 25 Februari 2020   18:33 9 0 0 Mohon Tunggu...

Di tengah perkembangan teknologi hanya sebagian orang yang menyempatkan dirinya untuk membaca buku. Orang lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar handphone. Namun, berbeda dengan Pak Sito. Dalam kesehariannya, dia selalu meluangkan waktu untuk membaca buku tanpa meninggalkan pekerjaannya yang lain. Dia sangat pandai mengatur waktu. Betapa menyenangkan ketika waktu itu, ia meluangkan waktunya untuk memenuhi permintaanku bertemu dengannya.
Dalam pertemuan itu, timbullah  dalam diriku keinginan untuk terus menulis. Pak Sito adalah seorang penulis yang terkenal dan telah menulis buku dengan  bermacam-macam judul. Dia meyeringkan banyak hal dalam menulis pada perbicangan saat itu.  Namun, keinginanku untuk terus menulis saat itu seakan mentok begitu saja karena aku selalu terperangkap dalam pikiranku yang salah dan enggan untuk berusaha menciptakan sebuah tulisan. Semuanya ini dipengaruhi oleh kegagalan-kegagalan yang aku alami  berkali-kali sebelumnya. Kegagalan yang sama pula membuat aku berhenti untuk menulis. Minatku yang dahulu begitu membara dalam menulis sudah terpenjara oleh kegagalan. Inilah yang aku alami sekarang. Kegagalan adalah salah satu hal yang paling aku benci dalam hidupku. Namun itu tidak penting. Yang paling penting adalah bagaimana kita bangkit dari kegagalan itu. Inilah yang aku petik dari perkataan Pak Sito. Dalam perbicangan dengannya saat itu, dia  juga mengtakan demikian: "Sudah diamini bahwa tidak ada orang yang hidup tanpa mengalami kegagalan. 

Orang sukses tidak semata-mata dia langsung sukses, akan tetapi dia melewati proses yang panjang dan dalam proses itu, sudah pasti dia mengalami kegagalan. Namun, dia mampu dan belajar dari kegagalan itu untuk mengubah cara pandangnya terkait dengan pekerjaannya. Begitu pulalah dalam menulis. 

Apa yang kita tulis itu belum tentu bagus. Tetapi sejelek-jelek apa pun tulisan itu kita mesti  mencintainya. Yang mesti kita lakukan adalah mengubah dan melihat kembali formulasi dan isi kalimat dalam tulisan itu, sehingga menarik untuk dibaca oleh orang lain. Selain itu, kita juga harus memperhatikan makna dan keindahan tulisan itu. 

Di awal saya menulis, saya mengalami kegagalan seperti yang kamu alami sekarang. Tetapi, aku terus belajar dan membaca tanpa ada keinginan untuk berhenti menulis, sehingga pada akhirnya apa yang saya tulis itu dinikmati dan dibaca oleh orang banyak. Karena itu, saya sarankan kepadamu anak muda, teruslah menulis dan jangan pernah putus asa karena kegagalan, tetapi belajarlah dari kegagalan itu agar menjadi seorang penulis yang digemari banyak orang."

Belajar dari Pak Sito

Sebelum perbincangan dengan Pak Sito terjadi, aku telah gagal memahami arti dan pentingnya menulis. Ketika keinginanku untuk kembali menulis itu muncul, pada saat itu pula  timbullah rasa tidak percaya dalam diriku muncul. 

Namun semenjak bertemu dan membicarakan banyak hal terkait dengan menulis bersama dengannya, aku baru menyadari bahwa pentingnya menulis dan sangat rugi bagi kita ketika kita putus asa karena kegagalan. 

Pak Sito melihat bahwa kita terpenjara dalam rasa tidak percaya diri karena kegagalan tanpa kita menyadari bahwa tidak semua orang bisa menuangkan idenya dalam tulisan. 

Kita mesti bersyukur karena kita bisa menuangkan ide itu dalam tulisan, sekalipun tulisan itu belum mendekati kesempurnaan. Karena untuk mendekati kesempurnaan dalam menulis, kita melewati proses. Dalam proses inilah kita bisa mengetahui kemampuan kita dalam menulis.

Sejatinya, menulis itu sesuatu yang sangat sulit dilakukan ketika kita tidak mencobanya terlebih dahulu. Karena itu, apa salahnya kita mesti mencobanya terlebih dahulu tanpa langsung mengharapkan tulisan itu baik.  Sama halnya dengan seorang petani, dia tidak mungkin langsung menuai tanpa sebelumnya dia menabur. Dalam menulis, pertama-tama  harus tahu apa yang hendak  ditulis. 

Bagi para pemula tidak perlu menulis sesuatu yang populer, akan tetapi tulislah sesuatu yang sederhana dan bisa menarik pembaca. Kita malas untuk menulis karena kegagalan yang pernah terjadi sebelumnya terkaitan dengan tulisan yang dikirim lewat media online maupun cetak, tetapi tulisan-tulisan itu tidak diterbitkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN