Mohon tunggu...
Zahrotul Mujahidah
Zahrotul Mujahidah Mohon Tunggu... Guru - Jika ada orang yang merasa baik, biarlah aku merasa menjadi manusia yang sebaliknya, agar aku tak terlena dan bisa mawas diri atas keburukanku

Guru SDM Branjang (Juli 2005-April 2022), SDN Karanganom II (Mei 2022-sekarang) Blog: zahrotulmujahidah.blogspot.com, joraazzashifa.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Menuliskan Kisah Ini Untukmu

14 Agustus 2022   12:54 Diperbarui: 14 Agustus 2022   13:00 331
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: hdwallpaperim.com

Assalamu'alaikum. Pak guru, kula ngaturke ndherek bela sungkawa atas meninggalnya ibu nggih. Mugi-mugi almarhumah husnul khatimah. Keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan. Aamiin. Wassalamu'alaikum.(Pak guru, turut berduka cita atas meninggalnya ibu. Semoga almarhumah husnul khatimah).

Kukirimkan pesan itu lewat WA ke nomor kontakmu. Bukan tanpa alasan. Pertama, lama kamu tak membuat story atau mengirimkan link video saat kamu bernyanyi ria. 

Kedua, ada kabar yang kuterima kalau ibumu meninggal dunia. Kabar itu aku ketahui dari mbakku yang mengirimkan screenshot foto kertas pawartos lelayu (berita duka). Ada namamu di sana.

Meski sebenarnya aku masih ragu, apakah nama yang tertera di kertas pawartos lelayu itu benar-benar dari keluargamu apa bukan. Maklumlah, aku tak begitu mengenal nama orangtua maupun saudara-saudaramu. Ke rumahmu pun hanya sekali. Entah kapan itu. Aku lupa.

Ketidakdatanganku untuk takziyah bukan karena lupa jalan menuju rumahmu. Namun lebih pada waktu yang tak memungkinkan. Maklum kabar itu mendadak kuterima. Lalu untuk minta izin kepada atasanku juga pekewuh(serba salah). Waktu itu aku baru beberapa minggu bekerja di tempat baru.

***

Sebelum kukirimkan pesan untukmu itu, aku memastikan kabar yang kuterima. Kutanyakan kepada temanku yang juga tetanggamu. Aku mengenalnya saat ada kegiatan pelatihan di Kaliurang.

"Mbak, ibune Ghozali sedo to?" (Mbak, ibunya Ghozali meninggal ya?).

"Iya."

"Gerah sepuh ya, mbak? Aku ora isa mangkat layat ikihhh".(Sakit karena sepuh ya, mbak? Aku nggak bisa melayat ini).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun