Mohon tunggu...
Zahrotul Mujahidah
Zahrotul Mujahidah Mohon Tunggu... Jika ada orang yang merasa baik, biarlah aku merasa menjadi manusia yang sebaliknya, agar aku tak terlena dan bisa mawas diri atas keburukanku

Blog: zahrotulmujahidah.blogspot.com, joraazzashifa.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Menulis Cerpen, Bagaimana Caranya?

6 April 2020   14:48 Diperbarui: 6 April 2020   14:52 41 6 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menulis Cerpen, Bagaimana Caranya?
Ilustrasi: voila.id

Salah seorang teman saya mengirimkan pesan beberapa hari yang lalu. Waktu itu saya membagikan kemenangan dalam event menulis cerpen dengan genre bebas. 

Apa yang ditanyakan oleh teman saya itu? Dia menanyakan kepada saya, bagaimana cara membuat atau menulis cerpen.

Saya agak bingung juga untuk menjawab pertanyaan tadi karena saya menulis cerpen tidak memiliki cara atau trik khusus. 

Saya mencoba mengingat-ingat bagaimana saya bisa menulis cerpen. Saya tak pernah kursus secara khusus pada cerpenis atau mengikuti forum kepenulisan naskah cerpen secara khusus.

Dalam menulis cerpen, pertama kali pastinya saya harus punya ide atau gagasan dulu. Dan ide atau gagasan bisa berangkat dari hal-hal atau topik yang terdekat dengan dunia saya sebagai ibu atau pendidik. Dengan begitu nantinya akan mempermudah dalam proses penulisan naskah cerpen dan pengeditan.

Selain berasal dari dunia yang dekat dengan keseharian, ide juga bisa didapatkan setelah mendengarkan lagu, menonton film ---anak-anak maupun remaja atau dewasa---, kejadian yang sedang viral dan sebagainya. Atau ide dari kisah orang lain yang seru dan menarik untuk ditulis dalam sebuah cerpen. Bahkan dari sebuah gambar pun bisa membuat ide muncul seketika.

Ketika ide sudah muncul, langkah berikutnya adalah menentukan unsur-unsur cerita, mulai dari tokoh, karakter, sifat tokoh, setting baik setting tempat, waktu dan situasi. Kesemua unsur ditulis dalam bentuk konsep atau draft, agar jika tidak segera ditulis, ide dan unsur cerita tidak hilang begitu saja.

Saya contohkan saja, ketika mendengar lagu Nyamuk Nakal, sebuah lagu anak-anak zaman dulu, maka muncullah ide untuk membuat cerita anak. Saya membayangkan dalam cerita ada anak yang malas bersih-bersih kamar dan akhirnya kamar berantakan dan banyak semut. Semut itu menggigit si anak dalam cerita.

Atau ada kisah seorang teman yang dulu pernah tidak tahu jadwal ujian skripsi maka saya tulis cerpennya. Saya tentunya mengingat kejadian teman saya yang memang melibatkan saya yang ikut panik karena ketidaktahuannya itu. Di sini sudah pasti setting tempat yang saya ambil adalah kampus tempat kuliah teman dan rumahnya.

Itu tentang datangnya ide penulisan cerpen. Jangan lupa, siapkan matang-matang tentang bagaimana alurnya. Boleh alur maju, alur mundur ataukah campuran. Semua tergantung dengan konsep di imajinasi penulis.

Langkah berikutnya adalah mulai menulis. Penulis bisa memilih tempat yang nyaman untuk menulis, di alam terbuka, di kamar atau tempat lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN