Mohon tunggu...
Zahrotul Mujahidah
Zahrotul Mujahidah Mohon Tunggu... Jika ada orang yang merasa baik, biarlah aku merasa menjadi manusia yang sebaliknya, agar aku tak terlena dan bisa mawas diri atas keburukanku

Blog: zahrotulmujahidah.blogspot.com, joraazzashifa.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Padi Berisi Itu Merunduk ke Bawah

18 November 2019   15:25 Diperbarui: 18 November 2019   15:33 182 13 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerpen | Padi Berisi Itu Merunduk ke Bawah
Ilustrasi: kabartani.com

Kupandangi dengan seksama lelaki yang berdiri di hadapan para guru, peserta diklat PKP. Kurasa kupernah melihatnya, tapi di mana?

Ah...aku merasa begitu pelupa saat ini. Entah memikirkan para siswa yang dari waktu ke waktu kenakalannya sangat berbeda. Atau mungkin aku terlalu memikirkan beban hidup yang begitu berat. SK Pengangkatanku selalu berpindah dari satu bank ke bank yang lain. Aku begitu rajin menyekolahkan SKku itu. Kalau teman sejawatku tak serajin aku. Ya demi sekolah anak- anakku. Hanya itu sangu yang kuberikan untuk hidupnya. Jadi menyekolahkan SK kuanggap tak ada mubadzirnya.

Maklumlah, aku membesarkan empat anakku sendirian sepeninggal suamiku. Sementara suami tak memberikan peninggalan untukku membesarkan keempat anakku selain rumah mungil yang sampai saat ini masih kutempati.

Namun aku beruntung, Allah memberikan kenikmatan. Di saat aku terpuruk karena ditinggal suami, aku mendapat kesempatan pemberkasan guru honorer, sekitar tahun 2008. Alhamdulillah, meski usiaku tak lagi muda, akhirnya aku mendapat SK CPNS. Setahun kemudian SK PNS diserahkan kepadaku dan teman- teman honorer.

Jika tak ada kebijakan seperti itu, kuyakin nasibku lebih parah dari yang kualami. Aku lebih beruntung daripada para honorer yang belum jelas nasibnya, namun kini terancam terdepak dari sekolah tempatnya bekerja karena akan ada pendaftaran CPNS tahun ini.

Dari formasi pendaftaran, sekolah- sekolah akan mendapatkan jatah guru CPNS. Akibatnya para honorer sudah khawatir akan nasibnya. Maklumlah usia sudah lebih dari 35 tahun, sementara batas usia pendaftaran CPNS ya pada angka 35 tadi.

Ah...aku berharap dan berdoa, semoga pemerintah nanti memperhatikan nasib para honorer itu. Jangan sampai nasibnya seperti layang- layang yang putus benangnya.

**

Saat ini aku bersama peserta diklat sedang ishoma. Aku lebih memilih shalat dhuhur dulu. Di samping aku belum lapar, antrian prasmanan makan siang cukup banyak.

"Bu Djin, nanti keburu habis lauknya..." Bu Darmi mengingatkan aku. Maklum, kalau makan siang terus prasmanan itu sering kehabisan lauk.

Aku tersenyum.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x