Zahrotul Mujahidah
Zahrotul Mujahidah Guru

Blog: zahrotulmujahidah.blogspot.com, joraazzashifa.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Mengajar Itu Mudah, yang Sulit...

25 April 2019   06:27 Diperbarui: 25 April 2019   06:56 148 14 5
Mengajar Itu Mudah, yang Sulit...
Ilustrasi : mamikos.com

Mengajar selama empat belas tahun, bukanlah waktu yang sebentar. Beragam masalah, baik berkaitan dengan kesejahteraan guru maupun kinerja pasti dihadapi oleh semua guru. Termasuk pelaksanaan mengajar di sekolah. 

Tetapi ada yang kurang dipahami oleh masyarakat bahwa tugas guru bukan hanya mengajar. Ada tugas yang lebih berat dari guru yaitu mendidik. Kenapa? Ketika mentransfer ilmu pengetahuan maka dia juga memberikan arahan terhadap tingkah laku siswa agar lebih berkarakter. 

Namun dalam kenyataannya mengajar dan mendidik guru menghadapi kesulitan yaitu menumbuh kembangkan motivasi belajar siswa. 

Kegiatan Mengajar

Kalau misalnya saya ditanyai, sebagai guru apakah mengajar itu mudah?  Tentu saya akan berpendapat bahwa mengajar itu mudah. Mengapa? Mengajar itu hanya transfer ilmu pengetahuan kepada siswa.

Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada anak didik. Jadi menurut pengertian ini makai tujuan dari kegiatan belajar adalah agar siswa mendapatkan atau menguasai pengetahuan. Tidak lebih. 

Jika hal ini dipahami maka mengajar merupakan aktivitas yang paling mudah bagi guru. Guru menyampaikan materi, kemudian siswa paham ---dengan tingkatan yang berbeda---sehingga jika nantinya siswa kurang paham dan nilainya kurang dari KKM, guru tinggal melakukan remedial bagi siswa yang bersangkutan. 

Mendidik Siswa

Ada yang lebih sulit dalam melakukan kegiatan sesuai profesi guru yaitu mendidik siswa. Aktivitas ini guru jelas tak sekadar mentransfer ilmu pengetahuan.

 Namun guru memberikan didikan tentang benar salah, kejujuran, atau memberikan dan mengembangkan karakter siswa yang positif. Apa saja karakter yang diharapkan dimiliki para siswa? 

Religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas. Pada masing-masing karakter pastinya terdapat indikator yang harus dipenuhi. Pembentukan karakter siswa sebenarnya sudah berawal dari pendidikan di lingkungan keluarga karena memang di keluargalah pendidikan awal yang diterima seorang anak. 

Karakter yang sudah tumbuh tersebut nantinya akan lebih diarahkan oleh guru di sekolah. Kita harus ingat bahwa keberhasilan pendidikan adalah tanggung jawab banyak pihak, baik keluarga, sekolah (guru)  dan lingkungan. Ketiganya ---tri pusat pendidikan---bahu membahu untuk menyukseskan jalannya pendidikan nasional. 

Pembentukan dan pengembangan karakter itu tak mudah dan membutuhkan waktu dan proses yang sangat lama. Bahkan bisa dikatakan berlangsung sepanjang hayat. Keluarga, guru dan masyarakat serta pemangku kebijakan pendidikan tidak bisa buru-buru untuk mendidik siswa dan menghasilkan siswa yang berkarakter. 

Memberikan Motivasi Belajar dan Karakter

Guru yang bertugas mengajar dan mendidik pastinya menghadapi permasalahan dalam lapangan. Hambatan yang paling dikeluhkan guru adalah kurangnya greget atau motivasi siswa dalam belajar. 

Ketika belajar di kelas, siswa sibuk ngobrol, tugas tak segera diselesaikan. Bahkan siswa ada yang malas menulis. Ini bisa ditemui hampir di setiap sekolah. Saya sendiri juga cukup kewalahan menghadapi beberapa siswa yang ogah-ogahan menulis tugas. Tulisannya pun tak terbaca. 

Saya meminta siswa untuk pelan-pelan ketika menulis. Dari beberapa siswa yang tulisannya amburadul, satu siswa yang cukup dimotivasi sekali-dua kali dan tulisannya rapi. Namun beberapa siswa lainnya masih belum ada perubahan. 

Saya memberikan tugas ketika mereka belajar di rumah karena siswa kelas VI Try Out pun masih saja malas mengerjakannya. Padahal memang mereka harus diberi tugas itu agar selama empat hari belajar di rumah. Sekalian latihan menulis yang rapi bagi siswa yang tulisannya belum tapi. 

Lalu bagaimana hasilnya? Mereka memang mengerjakan tugas semua. Namun setelah saya teliti satu persatu tugas tersebut ada satu siswa yang pekerjaan atau tugasnya dituliskan kakaknya. Saya menagih janji anak tersebut karena sebelumnya dia berjanji akan berlatih menulis. Namun kenyataannya menulis tugas pun tetap tak mau. Duduk di kelas IV tapi tulisan tak terbaca. 

Cara Memotivasi Siswa

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2