Zahrotul Mujahidah
Zahrotul Mujahidah Pendidik

Ibu rumahtangga dan Pendidik. Blog: zahrotulmujahidah.blogspot.com, joraazzashifa.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Peristiwa Stockholm, Inspirasi Serangan Masjid di Kota Christchurch Selandia Baru

16 Maret 2019   08:59 Diperbarui: 16 Maret 2019   16:11 89 3 0
Peristiwa Stockholm, Inspirasi Serangan Masjid di Kota Christchurch Selandia Baru
Pict: moeslimchoice.com

Hari Jumat kemarin dunia dihenyakkan oleh sebuah peristiwa teror terhadap umat Islam ketika melakukan salat Jumat. Pada peristiwa tersebut setidaknya 49 jiwa meninggal dunia. Berbagai kecaman muncul di berbagai belahan bumi. Namun ada pula yang sedikit membela perilaku kejam tersebut. Senator Fraser Annig menyalahkan muslim atas peristiwa penembakan tersebut. Kehadiran muslim yang meningkat menjadi penyebab aksi penembakan. 

Di dalam negeri sendiri banyak doa yang disampaikan kepada keluarga korban. Doa agar para almarhum meninggal dalam kondisi syahid dan husnul khatimah. 

Alasan dan Motif Serangan terhadap Masjid di New Zealand

Baru saja saya membaca di liputan6 bahwa motif peristiwa yang sadis kemarin, salah satunya karena terinspirasi pada peristiwa Stockholm. Tarrant menggambarkan serangan Stockholm sebagai "peristiwa pertama" yang menginspirasinya untuk melakukan serangan, terutama kematian gadis berusia 11 tahun, demikian dikatakan dalam liputan6. 

Sungguh melihat kejadian seperti ini memang sangat memprihatinkan. Ketika peristiwa Stockholm terjadi pelaku masih belia dan tidak mendapat arahan bahwa penculikan dan pembunuhan sangat tidak manusiawi. Peristiwa kejahatan menjadi inspirasi untuk mencelakakan orang lain sekalipun orang tersebut tak bersalah. 

Alasan lain pelaku ingin mengurangi imigran yang masuk ke Eropa. Tentu hal ini sangat lucu dan mengundang pendapat aneh. Terutama bagi masyarakat awam seperti  saya. Para imigran,  masuk ke sebuah negara pasti sudah mengantongi izin lewat perizinan paspor. Dalam hal ini pemerintah setempat sudah memberikan izin. 

Apalagi di zaman modern seperti ini warga dari berbagai belahan bumi bisa kemana saja asal memiliki izin. Kerjasama antara pemerintah di berbagai penjuru bumi seolah diselesaikan dengan cara yang tak beradab. 

Alasan terakhir yang saya dapatkan adalah supremasi kulit putih. Pelaku penembakan mengaku, serangan tersebut bertujuan, "untuk menunjukkan ke para penyusup bahwa tanah kita tidak akan pernah menjadi tanah mereka, tanah air kita adalah milik kita sendiri dan -- selama orang kulit putih masih hidup -- mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah kita...". Padahal para imigran ke negara lain bukan karena ingin berkuasa atau menjajah bangsa mereka. Ada banyak hal tujuan mereka ke negara tersebut, mulai dari belajar, bisnis dan sebagainya. 

Pro Kontra Video Serangan Masjid di Christchurch 

Selepas peristiwa serangan terhadap masjid tersebut pada akhirnya beredarlah video serangan dari pelaku. Video serangan yang dalam praktiknya dilakukan secara live di akun facebook selama 16 menit. Saya sendiri sangat ngeri melihat video tersebut. 

Video tersebut menampakkan senjata laras yang digunakan untuk menembak para jamaah salat Jumat. Karena video itu sangat berdampak luar biasa sehingga menimbulkan pro kontra penyebaran video. 

Pendapat pertama, video tersebut boleh dishare agar dunia tahu bahwa teror tidak identik dengan dunia Islam. Pembunuhan secara brutal dan disiarkan secara live dan profesional jelas sangat membuat duka mendalam para keluarga korban. 

Kedua, video tersebut tak boleh dishare. Namun kenyataannya video sudah terlanjur dishare di berbagai sosmed. Kalaupun pihak sosmed dan youtube menghapus video ini bukan berarti video ini menghilang begitu saja. 

Hanya saja kita harus benar-benar berhati-hati untuk menayangkan video tersebut. Apalagi kepada anak yang belum stabil jiwanya. Hati bisa marah dan dendam juga namun ada baiknya kita sikapi peristiwa tersebut dengan hati dan pikiran yang dingin. Anak yang labil jiwanya bisa cepat tertanam dendam yang sangat berbahaya. Seperti motif pelaku serangan juga berawal dari peristiwa kriminal di Stockholm. 

Pada akhirnya kita berharap semoga dunia aman tanpa melihat SARA. Biarkan umat beragama beribadah sesuai dengan keyakinannya selama tak saling menyakiti.