Joni gustiawan
Joni gustiawan

Hanya bisa menulis dan membaca tentangmu, masih bodoh untuk memahamimu.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Suka Duka Anak PBA (part 2)

15 Desember 2018   02:05 Diperbarui: 15 Desember 2018   03:12 153 1 0

Manusia yang hebat, adalah dia yang bisa berubah dan makin membaik setiap harinya. Karna perubahan itu sangat penting. Siapa yang mau hidupnya hanya stagnan disatu tempat sedangkan waktu terus berputar dan membuat taqdir baru dihidupnya.


Begitulah kami anak PBA, yang akan terus berubah menjadi lebih baik dan akan terus menciptakan perubahan, berbekal ilmu dan pengalaman, semua dikombinasikan sehingga menghasilkan gagasan dan kegiatan positif yang mengesankan.  Membuat sekeliling kami menjadi nyaman dan akan selalu segan.


Osjur sudah berlalu lama, kami rindu untuk berkumpul kembali satu angkatan, tertawa dan berbahagia, saling tukar cerita dan menyiapkan cita cita. Beberapa orang diantara kami terutama ketua angkatan, karna saat osjur berlangsung, ada kegiatan penutup semacam pemilihan ketua angkatan, tujuannya untuk meng handle dan membawa arah kemana angkatan ini akan bergerak.


Waktu itu ketua angkatan mengumpulkan beberapa orang yang masing masing adalah ketua kelas dan wakilnya dari kelas A sampai D, termasuk saya salah satunya karna pada semester awal saya menjadi ketua kelas C secara otoriter tapi pada akhirnya semua menjadi maklum. Ketua angkatan yang sebut saja namanya Fadil, menanyakan bagaimana kondisi kelas dan perkembangan teman teman untuk menjadi PBA solid ?.


Satu persatu menyampaikan perspektif masing masing terhadap perkembangan yang ditanyakan tersebut, intinya tetap sama, semua masih gengsi untuk mengenal lebih dalam dan menyapa dijalan bila berpapasan, walaupun kami merindukan kebersamaan itu dengan sangat, tapi rasa malu mengalahkan kami. Bahkan yang satu kelas pun masih tidak hafal dengan nama temannya sendiri.


'gimana kalau kita ngadain makrab ?'


Siapa yang menyahut waktu itu saya lupa, itu bagus, kami yang ada disana setuju, okelah waktunya mengonsep acara. Dikumpulkanlah satu angkatan beberapa hari setelah kami para ketua kelas dengan ketua angkatan berkumpul, fadil menyampaikan perihal ini kepada seluruh teman teman yang hadir, dilihat dari wajah polos teman-teman, sebagian besar mengiyakan, sebagian kecil tidak paham mau apa.

Setelah pertemuan itu, dibagilah teman teman terpilih dalam beberapa sie, mulai dari acara, dekdok, pendampingan, akomodasi dll. Kami mengonsep dengan sematang mungkin mulai dari niat awal yaitu rindu akan berkumpul kembali, dibuatlah rundown mulai dari awal acara sampai usai, di selingi permainan dan outbond dan diakhiri dengan bercerita kesan pesan menjadi maba PBA.

H-7 acara, surat permohonan dilayangkan kepada Yth. Kabag umum untuk meminjam salah satu gedung kampus untuk melangsungkan acara indoor, karna ada dua sesi dalam 2 hari yang kami ambil adalah hari sabtu dan minggu. Alamakk, bingung bukan main, bukannya senang malah meriang. Gedung yang kami incar penuh ditanggal itu, ada instansi lain yang memakainya, kasihannya kami. Yang masih tidak paham betul dengan prosedur peminjaman dan jarak waktu yang pas antara hari H dan hari order.

Entah apa yang harus kami lakukan, khususnya saya, yang menjadi penanggung jawab dalam akomodasi karna saya adalah koordinator. Harus bagaimana lagi menemukan solusi lain karna ini sudah tidak bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, bila hati sudah pusing memikirkan apa yang diberikan tuhan ini, maka dikembalikan pada tuhan lagi adalah cara terbaik...

to be continue...