Mohon tunggu...
john doe
john doe Mohon Tunggu... --

--

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Semua Hanya Bohong Besar

21 Mei 2020   14:03 Diperbarui: 21 Mei 2020   14:47 25 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Semua Hanya Bohong Besar
private property

Novelet  di bawah judul "Kawan Bergelut" yang mungkin sudah Situ baca, adalah prolog dari kumpulan kisah yang ditulis oleh Kolonel Prasojoe. Kumpulan cerita yang disadur dari catatan pribadi Kolonel Prasojoe itu secara lengkap termuat dalam kumpulan novelet berjudul "Memoar Kolonel Prasojoe" yang sedang, dan seyogyanya terus Situ baca ini.

Penulis mengklaim bahwa bobot sastra dan bobot sejarah kumpulan cerpen ini bisa disepadankan dengan bobot kitab Maha Bharata. Situ harus tahu alasannya:

Rujukan utama dan tunggal  seluruh penutur Maha Bharata adalah sebuah kitab yang disusun oleh Hyang Ganapati (Ganesa), dewa pengetahuan dalam khasanah Hindu. Ganesa mendapat tugas dari Dewa Brahma untuk mencatat seluruh konten Maha Bharata dari penuturan tanpa henti selama dua setengah tahun oleh seorang filsuf bernama Kresna Dwipayana (KD).

KD, Anak lelaki Dewi Setyawati (Dhurgandini) dari suami Begawan Parasara adalah tokoh yang membagi Weda menjadi empat bagian (Catur Weda). Oleh karena prestasinya itu, KD mendapat julukan Weda Vyasa (pembagi Weda).

Sebagai bagian dari keluarga Bharata,casting utama Maha Bharata, KD berkedudukan sebagaisaksi pelaku, nara sumber kompeten yang diminta Ganesa menuturkan kisah kehidupan keluarga Bharata. Dalam epos Maha Bharata, kita mengenal KD sebagai Vyasa a.k.a Resi Abiyasa.

KD hidup dalam periode akhir Satya Yuga, yakni periode ke tiga siklus masa,yang dalam khasanah Hindu dibagi menjadi empat bagian; Dwapara Yuga, Tetra Yuga, Satya Yuga, dan Kali Yuga. Masing masing siklus berlangsung selama 432.000 tahun.

Siklus terakhir (Kali Yuga), dimulai sejak kematian Krisna, titisan Dewa Wisnu yang menjadi raja di Dwaraka. Menurut Surya Siddhanta (kitab ilmu astronomis yang menjadi dasar perhitungan kalender Hindu dan Buddha), Krisna wafatpada pukul 00.00 waktu Dwaraka, tanggal 18 Februari 3102 SM menurut perhitungan kalender Julian. Tanggal itu bertepatan dengan tanggal 23 Januari 3102 SM menurut perhitungan kalender Gregorian.

Jadi, kisah kehidupan keluarga Bharata yang tercatat dalam Maha Bharata bisa disimpulkan berlangsung pada abad ke empat sebelum Masehi.Setting waktu Maha Bharata terjadi semasa Krisna masih hidup atau periode akhir Satya Yuga.

Belasan abad, Maha Bharata versi KD menjadi satu-satunya rujukan epos legendaris yang selama ini kita ketahui.

Sampai pada suatu Minggu pagi yang cerah di tahun 2010 Masehi, sebuah kiriman pos membuka tabir misteri kehidupan keluarga Bharata yang belum pernah terungkap!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN