Mohon tunggu...
Joko Windoro
Joko Windoro Mohon Tunggu... Nelayan Sungai Serayu

Tukang Mancing Uceng

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Opera Orang Gila

18 Agustus 2019   21:29 Diperbarui: 18 Agustus 2019   21:51 0 3 2 Mohon Tunggu...

Pangkalan ojek Setopan, pada 14 Mei 2019 ketambahan penghuni baru: laki-laki usia 40an, bebaju hitam kumal, rambut sebahu awut awutan, telanjang kaki, meringkuk di pedestrian samping Kelenteng "Hok Ho Bio". Dia menggigil seperti kedinginan meski matahari terik memanggang perempatan.

"Tadi pagi tahu-tahu sudah di situ," kata Dower, komandan ojek Setopan yang getol demonstrasi menentang ojol.

"Kayaknya sakit?" karena orang itu terus menggigil, begitulah kesimpulanku.

"Mberoh jah (entah). Emang ada orang gila sakit?"

Dengan sebungkus nasi rames yang kuambil dari dagangan Mbak Iti (ngutang, gak bawa duit), aku mendekati pendatang baru yang kata Dower "orang gila" itu.

"Makan?" tawarku.

Dia diam saja, menggigil, menutup mata.

Aku menyepak lengannya, "Makan?"

Dia membuka mata, gigilnya berhenti. Malas sekali dia bangkit, duduk, menyambut uluran nasi bungkus, mendekapnya, lalu meringkuk dan menggigil lagi. Kubatalkan rencana interogasi. 

Skizofrenia. Dari banyak bacaan, setahuku begitulah penyakit yang diderita orang itu. 

Di kampungku, beberapa tahun lalu ada penderita Skizofrenia. Namanya Slamet. Awalnya, dia orang "normal" seperti Anda, seperti aku juga. Agak tertutup memang, tapi selebihnya biasa saja. Tapi entah apa sebabnya, satu demi satu keluarganya pada pergi meninggalkan Slamet. Sejak hidup sendirian,  Slamet terlihat depresi. Dia mulai jarang mandi. Rumah kecilnya di tengah kampung berubah kumuh, bau kencing dan tinja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
KONTEN MENARIK LAINNYA
x