Mohon tunggu...
Joko Kristiono
Joko Kristiono Mohon Tunggu... Konsultan - Berkah Dalem

Putra Bangsa Kelahiran Semarang. Mencintai keheningan, berusaha terus menerus cinta damai terhadap setiap makluk.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Terapi Stem Cell Deer Plasenta

14 Juni 2020   22:34 Diperbarui: 14 Juni 2020   22:32 261
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Baru-baru ini di depan publik disajikan sambutan di panggung gugus tugas penanganan Covid 19 oleh seorang dokter spesialis. Dan videonya beredar dari grup ke group lain. Disebut-sebut terapi stem cell dapat membantu proses penanganan, pencegahan dan pemulihan penderita atau pasien Covid 19. Saya tidak bermaksud untuk menjelaskan apa itu Stem Cell karena saya bukan siapa-siapa. Tidak. Saya tidak berlatar belakang pendidikan dari jurusan kesehatan. Saya bukan paramedis. Saya seorang mantan sopir online yang merupakan profesi setelah risgn dari pekerjaan sebagai karyawan disalah satu kantor administrasi selama 10 tahun. Dan kini setelah saya mendapat manfaat dari terapi stem cell, saya sering orang sebut sebagai distributor. Bagaimana ceritanya dari seorang karyawan, lalu melamar sebagai sopir online karena hanya punya skill itu lalu kini menjadi distributor produk kesehatan yang sangat terkenal dikalangan orang-orang kaya dan orang-orang terkenal. 

Saya akan cerita mulai dari saya menikah. Saya menikahi Yulita Wuri Handayani, yang berprofesi sebagai analisis kesehatan di salah satu rumah sakit di Batam Mei 2008. Setelah pernikahan berlangsung, beberapa waktu kemudian istri positif.  Positif menderita TB Kelenjar. Lalu memiliki kewajiban konsumsi obat-obatan selama 6 bulan tidak boleh ada yang bolong. Satu periode 6 bulan berlalu. Belum sembuh. Lanjut hingga 4 kali 6 bulan. Artinya selama 2 tahun konsumsi obat TB. Setelah masa 4 periode itu, dilakukan pemeriksaan rongsen paru-paru. Dari hasil pemeriksaan ini ditemukan daging tumbuh dan harus dilakukan tindakan operasi. Juli 2010 dilakukan pengangkatan masa, tumor di antara jantung dan paru-paru. Setelah itu istri masih harus konsumsi obat sampai akhir 2012. Selama konsumsi obat, tidak berpikir soal hamil, karena ada resiko anak cacat. Setelah tidak minum obat akhir 2012, kami program. April 2013 istri hamil. Namun karena 1 dan lain hal kehamilan ini tidak bisa dipertankan. Akhirnya dilakukan kuret. Pasca kuret istri mengalami pendarahan selama 4 tahun. Bagaimana berhenti? 

 Tahun 2015 seorang kawan cerita bahwa ada satu produk Singapore yang bagus. Saya beli 1 paket terapi. Namun karena salah mengerti, hasil tidak maksimal. Lalu produk habis dan karena untuk belinya pakai uang pinjaman, makan utang tetap harus dibayar sampai lunas. Setelah lunas, saya beli lagi pada tanggal 30 Mei 2017. Dari produk yang saya beli ini baru diminum 5 hari pendarahan 4 tahun tadi sudah bisa berhenti. 

Walhasil...saya sangat senang. Saya sangat bersyukur berkat produk ini istri sembuh. Dan saya juga makan produk ini karena sadar bahwa mencegah adalah tindakan lebih baik daripada mengobati. 

Apa yang kami makan ini? Yang kami konsumsi adalah produk terapi stem cell deer plasenta. Ya kami terapi stem cell dengan cara yang mudah efektif dan harganya terjangkau. Kami dengar kalau terapi stem cell dengan metode injeksi biayanya bisa tembus antara 100 juta hingga 2 milyar. Mahal sangat? Ya, sudah barang tentu mahal karena yang pakai selama ini terapi stem cell oleh orang-orang kaya dan orang-orang terkenal. Dan karena yang pakai orang-orang kaya dan terkenal sudah barang tentu tidak main-main dengan manfaatnya. Khasiat ajaib. Namun berkat penelitian dan uji coba yang panjang, ternyata terapi stem cell bisa dengan cara mudah yakni cara oral, dimakan seperti makan makanan suplemen. 

Nah ketika para dokter, para ahli, para peneliti menemukan dan mengumumkan bahwa terapi stem cell bisa mencegah terpapar Covid 19, kami sekeluarga merasa bersyukur telah konsumsi makanan sehat, yakni terapi stem cell. 

Memang stem cell nya tidak diambil dari badan kami sendiri. Saya membayangkan jika stem cell nya diambil dari badan kami sendiri, apa iya jamin saya 100% sehat. Ya kalau sehat bisa digunakan. Kalau ternyata saya sakit keturunan seperti penyakit DM, sudah barang tentu kecil kemungkinannya stem cell bisa diambil dari badan saya sendiri. Nah ini ada kapsul terapi stem cell tapi sumber sel nya dari plasenta rusa. Rusa sudah sangat terkenal sebagai binatang yang suci karena tidak memiliki empedu dan plasenta saya tahu adalah tempat dimana terdapat seluruh nutrisi dan gizi yang dibutuhkan janin selama dalam kandungan. Artinya stem cell yang saya konsumsi ini aman dan bisa menolong saya dan keluarga untuk tetap survive dikala sedang ada wabah Covid 19 ini. 

Berkat penelitian selama 15 tahun dan uji coba selama 10 tahun para ilmuwan menemukan teknologi canggih dan modern yang memungkinkan saya saat ini bisa terapi stem cell deer plasenta yang mudah efektif dan harganya terjangkau serta hasilnya ajaib. 

Sekali lagi saat para dokter dan ilmuwan serta peneliti mengumumkan bahwa kita bisa mencegah terpapar Covid 19 yang belum ada vaksinnya dengan terapi stem cell deer plasenta saya bersyukur banget. Saya senang bersama keluarga bisa tetap menjaga kesehatan tubuh dengan maksimal. 

Bagi teman-teman yang sudah seperti kami mengambil pilihan terapi stem cell deer plasenta sebagai upaya pencegahan, syukur Alhamdulillah. Semoga teman-teman tetap dalam keadaan sehat walafiat sekeluarga. Nah bagi teman teman yang belum, segera ambillah keputusan. Pilih mana yang terbaik yang menurut Anda terbaik, sesuai dengan situasi dan kondisi. 

Karena saya sekeluarga sudah merasakan sejak 14 Agustus 2015 dan sempat terputus lalu bisa terapi lagi secara kontinyu sejak 30 Mei 207 hingga kini, saya merekomendasikan kepada teman teman. Silahkan pelajari apa itu Stem Cell. Pelajari bahwa berkat bantuan teknologi yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin,  yang semula tidak bisa kini menjadi bisa. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun