Mohon tunggu...
Johansen Silalahi
Johansen Silalahi Mohon Tunggu... PEH

Saya adalah seorang masyarakat biasa yang menyukai problem-problem sosial, politik, lingkungan, kehutanan. Semoga bisa berbuat kebajikan kepada siapapun. Horas

Selanjutnya

Tutup

Teknologi Pilihan

Mungkinkah Seed Vault (Bank Benih) Diterapkan di Indonesia?

13 Januari 2021   08:38 Diperbarui: 13 Januari 2021   09:09 290 20 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mungkinkah Seed Vault (Bank Benih) Diterapkan di Indonesia?
Sumber foto: Dokumentasi Pribadi, pemateri menjelaskan benih-benih yang disimpan di Seed Vault, Korea Selaatan | dokpri

Pendahuluan

Manusia sangat bergantung pada tumbuh-tumbuhan. Manusia memanfaatkan tumbuhan untuk berbagai keperluan sehari-hari seperti bahan pangan, obat-obatan, bahan pakaian, sandang, papan, penambah nilai estetika, penyerap polusi dan berbagai keperluan lainnya. 

Pernahkah kita membayangkan jika negara kita mengalami kehancuran akibat bencana alam yang dahsyat dan bahkan kelaparan yang sangat parah? Bencana alam atau perang tersebut membuat seluruh tanaman hancur atau tidak ada yang tersisa. 

Namun demikian, berbagai faktor seperti perubahan iklim, hama dan penyakit, bencana alam, dan peperangan berpotensi mengancam keberadaan berbagai jenis tumbuhan ini di masa depan jika tidak dikelola dengan prinsip berkesinambungan. Perubahan iklim dan peperangan adalah beberapa contoh yang tidak dapat dihindari oleh beberapa negara yang dapat mengancam keberadaan tumbuh-tumbuhan dimasa yang akan datang.

Untuk menjamin keberadaan tumbuhan yang masih ada saat ini di masa depan, beberapa ahli mendorong dilakukannya upaya untuk mengumpulkan berbagai jenis benih tumbuhan dalam sebuah tempat penyimpanan benih yang biasa disebut "seed vault". Sarana ini ditujukan untuk mendukung kegiatan penelitian, kegiatan pemuliaan tanaman, dan pendidikan, guna mendukung ketahanan pangan dan nutrisi di masa mendatang (Asdal & Guarino, 2018). 

Beberapa ahli juga menyebut bahwa bank benih (seed vault) adalah salah satu cara untuk mengatasi musnahnya atau kepunahan benih dan strategi dalam mengatasi dampak perubahan iklim di masa yang akan datang. 

Salah satu tempat penyimpanan benih yang cukup terkenal adalah Svalbard Global Seed Vault yang terdapat di Norwegia dan Baekdudaegan Seed Vault di Korea Selatan yang dibangun untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam yang menghancurkan tanaman untuk pangan di seluruh dunia dan terjadinya perang yang melululantahkan tanaman. Banyak orang menyebut bahwa bank benih sebagai tempat untuk kembali memulai kehidupan karena menyimpan banyak benih.

Jika Eropa (Norwegia) telah memiliki seed vault, lalu bagaimana dengan Indonesia atau Asia? Apakah kita sudah memiliki sarana dan prasarana semacam ini? Sampai saat ini, Indonesia belum memiliki sarana dan prasarana atau niat mendirikan sarana dan prasarana seperti ini. Namun demikian, Asia sudah memiliki seed vault yaitu Baekdudaegan National Arboretum (BDNA) yang terdapat di Korea Selatan. 

Tulisan ini bertujuan untuk mengenalkan BDNA Seed Vault di Korea Selatan dan mengkaji mungkinkah penerapan bank benih (seed vault) diterapkan di Indonesia dalam rangka mengatasi perubahan iklim di masa yang akan datang terutama di sektor Kehutanan dalam rangka mendukung kinerja Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung atau UPT BPDASHL seluruh Indonesia.

Luasan Hutan dan Permasalahan Lingkungan di Indonesia

Data Badan Pusat Statistik (2019) menunjukkan bahwa luas daratan kawasan hutan dan perairan kawasan hutan di Indonesia mencapai 125,92 juta. Dengan luasan seperti seperti ini, kawasan hutan ini sangat potensial untuk mendirikan seed vault. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x