Mohon tunggu...
Yohanes Pambudi
Yohanes Pambudi Mohon Tunggu... Bankir Yang Suka Membaca dan Menulis

Officer Trade Sales Bank

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Aphelion Penyebab Kota Dieng Bersalju

6 Juli 2018   15:34 Diperbarui: 6 Juli 2018   16:01 0 0 0 Mohon Tunggu...
Aphelion Penyebab Kota Dieng Bersalju
Aphelion - Perihelion | infoastronomy.org

Terkejut saya membuka sosial media, beberapa akun memposting tentang kota Dieng di Jawa Tengah yang membeku. Kabarnya suhu disana sampai dibawah 0 derajat Celsius. Wow, itu pasti dingin sekali.

Jika kita ingat pelajaran Geografi saat sekolah dulu, mungkin kita akan ingat materi tentang pergerakan Matahari. Matahari seolah-olah berjalan jalan dari utara keselatan sepanjang tahun. Saat berada di belahan bumi Utara tentu bagian selatan bumi akan menjadi dingin. Demikian juga sebaliknya, jika sedang berada di selatan, tentu belahan bumi utara mengalami musim dingin.

Pada saat ini musim dingin sedang terjadi di Australia sehingga sangat dimungkinkan suhu dingin 'menular' ke Indonesia terutama pulau Jawa. Hal itu disebabkan angin tenggara atau angin timur yang berhembus ke wilayah Indonesia. Jadi saat ini Indonesia memasuki peralihan antara musim hujan ke musim kemarau. Sangat dimungkinkan terjadi penurunan suhu yang lebih dingin dibandingkan dengan musim hujan. Selain itu benua Asia saat ini juga sedang memasuki musim dingin. Situasi ini akan terjadi dari bulan Juli hingga September.

Kembali tentang kota Dieng. Sedikit bercerita kota Dieng mempunyai ketinggian sekitar 2000 mdpl. Suhu di kota Dieng pada malam hari di bulan-bulan tertentu bisa mencapai dibawah 0C sehingga tercipta embun es bahkan air tipis bisa jadi es.

Hal lain yang  memungkinkan hal ini terjadi adalah planet Bumi sedang di aphelion. Dalam bidang astronomi, ada sebuah istilah bernama aphelion. Aphelion berarti jarak terjauh yang dicapai Bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari. Aphelion tahun ini jatuh pada hari ini tanggal 6 Juli 2018.

Sedangkan kebalikannya adalah perihelion, yaitu jarak terdekat Bumi dengan Matahari. Perlu diketahui bahwa orbit Bumi itu tidak bulat sempurna, melainkan berbentuk elips. Maka itu, akan ada waktunya Bumi berada di titik terjauhnya dan juga di titik terdekatnya dengan Matahari.