Mohon tunggu...
Kavya
Kavya Mohon Tunggu... Penulis - Menulis

Suka sepakbola, puisi dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Sudah Saatnya Iwan Bule Akhiri Tontonan (Tidak) Lucu di PT LIB

12 Mei 2020   23:35 Diperbarui: 12 Mei 2020   23:45 115 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sudah Saatnya Iwan Bule Akhiri Tontonan (Tidak) Lucu di PT LIB
Iwan Bule dan Cucu Somantri (Foto: PSSI)

Sebenarnya tontonan apa yang dengan kisruh PT Liga Indonesia Baru (LIB) belakangan ini?

Tontonan yang bermula dari serangan terhadap Cucu Somantri, Direktur Utama PT LIB. Ia dituduh melakukan nepotisme dengan menaruh anaknya Pradana Aditya Wicaksana sebagai General Manager. Tuduhan yang justeru disampaikan oleh bawahannya sendiri, yakni Direktur Operasional Sudjarno, Direktur Bisnis Rudy Kangdra, dan Direktur Anthony Chandra Kartawiria.

Anthony Candra merupakan Direktur Keuangan PT MNC Vision Networks (MVN), perusahaan media milik Hary Tanoesoedibjo. Lalu, Rudy Kangdra adalah Direktur Utama PT Mitra Media Perkasa, perusahaan yang memasok perangkat dan peralatan untuk sektor penyiaran dan telekomunikasi dengan area jangkauan nasional. Sedangkan Hakim Putratama punya latar belakang sebagai Pemimpin Divisi Dana dan Jasa Konsumer PT Bank Pembangunan Derah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB).

Meski Cucu Somantri yang juga Wakil Ketua Umum PSSI itu sudah membantahnya, karena struktur organisasi PT LIB memang belum fix. Ada draft yang disampaikan, namun belum sah karena belum dirapatkan dengan Komisaris dan Direksi. Dalam draft itu ada jabatan GM.

PSSI sebagai lembaga yang punya kendali atas segala hal yang terkait sepakbola, termasuk PT LIB sebagai perusahaan yang ditunjuk memutar roda kompetisi, mestinya bersikap tegas terhadap kisruh yang ada. Apalagi anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI sendiri juga ikut-ikutan bersuara untuk memanaskan suasana.

PSSI sendiri sebenarnya sudah tanggap terhadap apa yang terjadi. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sendiri yang berkomentar. Ia minta kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk segera berbenah. Bukannya sibuk dengan kegaduhan internal.

"Harus fokus mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan dan tantangan pasca pandemi. Bukan sibuk dengan kegaduhan internal yang sama sekali tidak menunjukkan iktikad untuk fokus kepada pengembangan industrialisasi kompetisinya," ucap Iwan Bule di Jakarta, Senin (27/4/2020).

Belum juga PT LIB melaksanakan instruksi itu trio direktur itu kembali bermanuver dengan membuat mosi tidak percaya dalam suratnya yang beredar luas di kalangan media.

Dalam surat tertanggal 4 Mei 2020 yang ditujukan kepada pemegang saham PT LIB, mereka mengungkapkan, pengambilan keputusan LIB dimonopoli dan diputuskan sepihak oleh direktur utama, di antaranya kebijakan terkait kepersonaliaan, keuangan, dan sponsorship. Keputusan dilakukan tanpa melalui mekanisme rapat direksi sebagaimana mestinya.

Meski dalam penjelasan berikutnya mereka membantah bahwa surat itu bukan merupakan mosi tidak percaya, namun sulit untuk tidak menyebutnya demikian. "Itu bukan mosi tidak percaya. Kami hanya memberitahukan kepada pemegang saham tentang kondisi internal perusahaan," kata Rudy yang dilansir Antara, Kamis (7/5/2020).

Dalam waktu yang sama, 4 Mei 2020 Plt.Sekjen PSSI, Yunus Nusi turut berkomentar lewat laman PSSI. Komentar dalam berita berjudul "Satu Semester Kepemimpinan Mochamad Iriawan" itu menekankan bahwa PT LIB fokus kepada pengelolaan keuangan dan kompetisi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan